hit counter code


Kelola Lahan Dari Dompet Dhuafa, Irha Siryana: “Ini Bentuk Pengabdian Saya Pada Kasepuhan”

Kesehatan, | Thu 01/2015 17:33:12
Dompet Dhuafa Post Image
Share

Pagi itu, matahari belum nampak dari ufuk timur. Namun kaki lelaki paruh baya ini begitu sigap melangkah, menuju lahan persawahan seluas 7200 meter persegi. Di lahan tersebutlah, Irha Siryana (54) mengabdikan diri sebagai pengurus lahan yang diberikan Dompet Dhuafa di Kasepuhan Sinar Resmi, Desa Sirna Resmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Keikhlasanlah yang menjadi kunci pengabdiannya selama ini. Meski hidup dalam kesederhanaan, Abah Irha, demikian sapaan akrabnya sehari-hari ini, begitu bersyukur dari setiap usaha yang dilakukannya selama ini. Ia tidak pernah mengeluh dan melepas tanggungjawab begitu saja ketika amanah telah datang kepadanya.

“Abah Asep (Ketua Adat Kasepuhan Sinar Resmi), sudah mempercayakan amanah mengurus lahan dari Dompet Dhuafa ini kepada saya. Insya Allah di sisa umur saya ini akan saya manfaatkan sebaik mungkin,” ujarnya.

Bagi kakek yang memiliki 7 orang cucu ini, mengurus sebuah lahan pertanian, sama halnya dengan membangun sebuah keluarga. Semuanya harus didasari dengan cinta kasih, agar apa yang diharapkan nantinya sesuai dengan apa yang direncanakan.

“filosofinya sama kayak bangun keluarga. Awalnya tanaman di sebar benihnya, di pupuk, di siramkan air, lalu tinggal menunggu hasil panen. Jadi ngurus keluarga sama ngurus lahan sawah harus sama-sama bener,” terang Abah tersenyum.

Hampir separuh usianya, Abah Irha mengabdikan diri mengurus lahan persawahan di Kasepuhan Sinar Resmi. Pada Awal Oktober lalu, ia dipercaya oleh Ketua Adat Kasepuhan untuk mengelola lahan pemberian Dompet Dhuafa. Berbagai jenis padi yang telah ditanamnya, di antaranya, Sri Kuning, Pare Salak, Cere Kawat, Beras Ketan, Raja Denok, dan lain sebagainya. Tinggal menunggu, masa panen yang akan tiba pada 3 bulan mendatang.

“Kalo Ikhlas jalaninnya (mengabdi) insya Allah mah hasilnya juga akan baik. Saya yakin kok, makanya saya ikhlas aja tinggal nunggu hasil panen,” ujarnya sumringah.

Memang tidak ada upah sepeser pun yang ia terima saat menjadi pengurus lahan di Kasepuhan. Namun, ketika panen raya tiba, ia juga sangat bersyukur turut mencicipi hasil alam (padi) yang selama ini dikelolanya. Dari hasil panen tersebut pula, ia mampu memberi makan anak, istri dan ke 7 cucunya yang sangat disayangi.

“Ini berkah dari Gusti Allah. Mungkin dari hasil alam ini jalan saya mendapati rezeki untuk keluarga. Saya sangat bangga bisa ngabdikan di Kasepuhan ini,” pungkasnya. (uyang)