hit counter code


Demi Nafkahi Keluarga, Perempuan Tangguh Ini Nekat Jadi Loper Koran

Kesehatan, | Mon 02/2015 12:19:49
Dompet Dhuafa Post Image
Share

 

 Retno Ambarwati (37), penerima manfaat LPM Dompet Dhuafa yang berprofesi sebagai Loper Koran

Berkeliling tanpa mengenal lelah dan letih, menawarkan berbagai lembaran berisi informasi (koran). Tanpa malu dan merasa risih, ia tak segan mengetuk setiap jendela mobil yang tengah ‘terjebak’ lampu lalulintas di sekitaran wilayah Cipinang Muara, Jakarta Timur. Dengan nada sopan dan penuh harap, ia berkata “Koran-koran… ada berita terbaru, mulai dari info selebritis hingga berita kriminal, rawan begal motor. Mau korannya pak?,” ucapnya sambil memperlihatkan koran yang dibawanya.

 

Ya, demikianlah kira-kira profesi yang sudah 3 tahun lebih dijalani Retno Ambarwati (37), seorang perempuan gigih yang berjuang demi mencukupi kebutuhan keluarga dan menyekolahkan adiknya. Dengan penuh kesabaran dan keikhlasan ia jalani profesi tersebut. Tujuan utamanya hanya satu, yakni mampu memperbaiki taraf hidup keluarganya.

 

Retno, demikian sapaan akrabnya sehari-hari ini, mengaku hingga kini ia belum mendapatkan pendamping hidup. Menjajakan koran setiap harinya ia jalani mulai dari tulun ke jalan raya, pinggiran jalan, hingga pangkalan angkutan umum di sekitaran wilayah Jakarta Timur.

 

"Ini kan pekerjaan halal, saya nggak pernah malu. Emang saya ngemis? Yang pentingkan halal buat keluarga," paparnya.

 

Dari profesinya menjajakan koran, memang penghasilan yang didapatkan tidaklah menentu. Bila koran yang dijajakannya habis terjual, biasanya ia mendapatkan sekitar Rp 25 ribu per harinya. Namun bila masih tersisa, biasanya ia hanya diberi upah sekitar RP 15 ribu dari pengepul koran langganannya.

 

"Saya ini kan loper yang dagangin. Yaa kadang koran suka masih banyak yang sisa. Biasanya saya bawa bisa 15 koran per hari," ucapnya.

 

Ada harapan bagi Retno suatu saat untuk mampu membangun bahtera rumah tangga. Namun, perempuan yang murah senyum ini selalu merendah dan merasa taka da satupun laki-laki yang ingin menjadi pendamping hidupnya.

 

"Pengen juga nikah, cuma emang belum ketemu jodohnya. Tapi saya yakin Allah pasti kasih saya jodoh," ucap Retno saat ditemui tim survey Lembaga Pelayan Masyarakat (LPM) Dompet Dhuafa, pada Januari lalu, di kawasan rumahnya, Cipinang Muara Rt. 05/07 Cipinang Muara – Makassar-Jakarta Timur.

 

Melihat kegigihan yang ditunjukkan Retno yang mampu menjadi tulang punggung keluarganya membuat Lembaga Pelayan Masyarakat (LPM) Dompet Dhuafa, tergerak untuk membantunya memberikan modal usaha sebesar Rp 800 ribu untuk memudahkannya dalam menjalani usaha koran. Selain itu, ia juga berencana ingin menjual minuman dingin sebagai tambahan usahanya.

 

Kegigihan Retno untuk bertahan hidup ditengah segala keterbatasan ekonomi, memberikan kita pelajaran, bahwa tak ada kata menyerah dan terus berusaha dalam menjalani hidup ini. Perlu diingat bahwa selalu ada cobaan dalam hidup yang tak bisa diselesaikan hanya dengan diam dan meratapi kekurangan yang ada.  (uyang)