hit counter code


Atasi Masalah Kesehatan PMKS, RST Dompet Dhuafa Gandeng Dinsosnakertrans

Kesehatan, | Tue 02/2015 10:50:36
Dompet Dhuafa Post Image
Share

BOGOR—Berupaya terus bersinergi dengan lembaga pemerintah, baik Kota maupun Kabupaten Bogor. RS. Rumah Sehat Terpadu (RST) Dompet Dhuafa melakukan audiensi ke Dinas Sosial Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Bogor, Senin (2/2).

Dalam audiensi tersebut Direktur Pelayanan Kesehatan Kukun Masykur Nikmat dan Kepala Humas & Pemasaran, Fariha yang mewakili RST Dompet Dhuafa mengungkapkan tujuannya berkunjung ke lembaga yang mengurus soal tenaga kerja dan masalah sosial tersebut.

“Kedatangan kami selain untuk memperkenalkan RST Dompet Dhuafa juga untuk menginformasikan bahwa pasien kami ada juga yang berasal dari Kota Bogor, walaupun letak RST berada di Kabupaten Bogor,” ucap Kukun.

Dalam pertemuan singkat yang berlangsung selama kurang lebih satu jam tersebut, pihak Dinsosnakertrans pun menyambut baik rencana kerja sama yang akan terjalin dengan RST Dompet Dhuafa.

“Sebetulnya sampai saat ini kami juga belum mendapatkan solusi untuk permasalahan kesehatan masyarakat yang terlantar, seperti orang tua, anak jalanan, dan penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) lainnya,” ucap Wakil Kepala Dinsosnakertrans, Casmita.

Bidang Pelayanan Sosial Dinsosnakertrans, Enong pun memaparkan bahwa pihaknya seringkali terkendala masalah pengiriman pasien ke rumah sakit. “Paling sering kendala di birokrat seperti soal rt/rw, makanya dengan adanya RST Dompet Dhuafa ini kami berharap adanya kerja sama yang baik,” ucapnya.

Menanggapi hal tersebut, Kukun pun menjelaskan bahwa RST Dompet Dhuafa siap membantu permasalahan kesehatan PMKS dengan mengedepankan “life savings” terlebih dahulu.

Kedepannya, RST Dompet Dhuafa akan menjadwalkan pertemuan kembali dengan Dinsosnakertrans untuk membahas Memorandum of Understanding (MOU) kerja sama guna menangani permasalahan kesehatan bagi PMSK binaan Dinas Sosial.

“Semoga dengan adanya RST Dompet Dhuafa dapat terjalin sebuah komunikasi yang bisa menjadi solusi bagi permasalahan kesehatan PMKS,” ucap Enong. (tie/gie)