hit counter code


Jakarta Darurat Banjir, Dompet Dhuafa Sinergi Dengan Warga Bantu Proses Evakuasi

Kesehatan, | Tue 02/2015 13:26:36
Dompet Dhuafa Post Image
Share

JAKARTA- Bersinergi dengan warga dan relawan lokal setempat, Dompet Dhuafa melalui Disaster Management Center (DMC) kembali melakukan proses evakuasi warga di wilayah Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat. Hujan yang mengguyur sejak Minggu Sore (8/2) mengakibatkan genangan air setinggi leher orang dewasa kini merendam kawasan yang juga menjadi langganan banjir tersebut. Sebanyak 250 warga terpaksa harus mengungsi ke beberapa titik posko pengungsian.

“Alhamdulillah, warga sudah banyak yang mulai mengungsi khususnya di wilayah Rawa Buaya. Untuk proses evakuasi kita kerja sama dengan organisasi karang taruna yang menjadi relawan lokal setempat dengan menggunakan perahu karet” ujar Ichan, Tim DMC Dompet Dhuafa, saat dihubungi via telepon pada Selasa (10/2).

Merespon banjir yang terjadi, Ichan menuturkan, seejauh ini, posko DMC Dompet Dhuafa telah siap siaga di enam wilayah ibu kota untuk merespon banjir yang melanda Jakarta setiap saat. Enam wilayah tersebut yakni Rawa Buaya (Jakarta Barat), Cawang (Jakarta Timur), Karet Tengsin (Jakarta Pusat), Pesing (Jakarta Barat), Jatipulo (Jakarta Barat), dan Total Persada (Tangerang).

Lebih lanjut Ichan menuturkan, Selain membantu proses evakuasi warga, tim relawan juga mendirikan Dapur Umum di wilayah Rawa Buaya. Setiap harinya, Dapur Umum menyediakan masakan bagi 250 jiwa warga yang mengungsi.  Sejak Senin (9/2) lalu Dompet Dhuafa juga telah menggulirkan bantuan berupa sembako untuk dapur umum seperti beras, air mineral, dan mie instan.

Selain Dapur Umum, Posko Hangat juga telah siaga di enam Posko, dan mulai dimanfaatkan oleh warga. Pos Hangat didirikan untuk memenuhi kebutuhan warga atau para pengungsi dalam mengonsumi minuman hangat seperti teh, susu, dan kopi.

Rencananya, Ichan menambahkan, siang ini Tim DMC Dompet Dhuafa bersama tim Layanan Kesehatan Cuma-cuma (LKC) akan mengolah Makanan Pendamping ASI (MP ASI) di Posko pengungsian Rawa Buaya. MPASI diperlukan karena masalah makanan untuk bayi bukan hanya memberi makanan sembarangan, tetapi lebih bertahan hidup dengan gizi yang baik. Ini juga untuk mengurangi konsumsi susu formula dan makanan instan untuk bayi di bawah tiga tahun batita. (uyang)