hit counter code


“Orang Tua Miliki Peran Penting Bagi Perkembangan Psikologis Setiap Anak”

Kesehatan, | Fri 02/2015 16:11:34
Dompet Dhuafa Post Image
Share

Anak menjadi aset yang berharga bagi setiap orang tua. Karena anak merupakan generasi penerus yang akan melanjutkan perjuangan hidup dan cita-cita yang sangat didambakan. Untuk itu, menurut Elly Risman, Pakar Parenting Indonesia, peran orang tua sangat dibutuhkan bagi perkembangan psikologis setiap anak.

Elly menjelaskan, merujuk pada hasil penelitian otak kanan yang dilakukan oleh para ilmuwan di luar negeri. hasil foto riset yang ada menunjukkan, bila terdapat titik-titik berwarna merah, hijau, dan kuning pada otak kanan anak, maka hal tersebut menunjukkan bahwa usaha dan peran orang tua dalam tumbuh kembang sang anak yang diberikan selama ini berhasil.

Kata Elly, lalu bagaimana bila tidak ada peran orang tua? Hasil penelitian menunjukkan, akan terdapat titik berwarna hitam pekat pada otak kanan sang anak, yang menandakan bahwa, perkembangan psikologis dari sang anak tidaklah didapatkan secara sempurna dari orang tua.

“Makanya harus ada sentuhan dari orang tua untuk anaknya. Mengapa? Karena sentuhan dapat merangsang sel otak kanan bekerja secara aktif dan sempurna,” ujarnya.

Lalu bagaimana dengan mereka anak-anak yatim-piatu dan dhuafa? Sama seperti anak yang memiliki orang tua, anak yatim piatu maupun anak dhuafa sekalipun harus mendapatkan kasih sayang yang penuh dari keluarga terdekat yang masih mereka miliki hingga orang tua asuh. Kebahagiaan yang diberikan tidak hanya sebatas mencukupi kebutuhan sang anak saja, melainkan harus membina kedekatan emosional yang baik antara keluarga, orangtua asuh kepada sang anak.

“Saran saya, bagi anak yang berstatus yatim piatu, harus ada keluarga dekat yang mengasuhnya. Karena hubungan darah yang dimiliki akan membuat nyaman sang anak dalam mengengksplor tumbuh kembangnya,” terangnya.

Namun, kata Elly lebih lanjut, tak menutup kemungkinan bagi orang tua asuh untuk berperan dalam mendidik anak-anak yang diasuhnya. Layaknya orang tua yang mengasuh anak sendiri, orang tua asuh juga harus memiliki pengetahuan secara islami bagaimana mendidik anak sesuai dengan tuntunan Al-Quran dan hadis.

“Semua orang tua, bukan orang tua asuh saja yang harus paham mendidik anak secara islami. Karena hal tersebut merupakan modal awal,” jelasnya.

Dengan demikian, setiap orang tua harus mengetahui bagaimana caranya membina kedekatan emosional yang diajarkan Rasulullah Saw kepada putrinya Fatimah? Cara yang diajarkan sangatlah sederhana. Pertama, luangkan waktu minimal 30 menit, ajak sang anak berdiskusi tentang kegiatan yang dilakukannya dalam sehari ini. Beri sentuhan lembut, sebuah belaian di kepala sang anak sambil memberikan kata-kata nasihat dan doa yang baik untuk dirinya. Kedua, beri penjelasan kepada sang anak tentang dampak buruk yang didapat bilamana mengikuti trend kehidupan modern yang telah mendarah daging dikalangan remaja saat ini.

“Apa saja trend yang dimaksud? Misalnya pacaran yang bisa mengarah pada berzina. Kebiasaan merokok dan minum-minuman keras, hingga terjerat narkoba yang semuanya membawa pengaruh buruk bagi generasi penerus bangsa ini,” jelasnya.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, pesan Elly setiap orang tua harus mengetahui tiap-tiap tujuan hidup yang benar dalam mendidik dan membesarkan kedua buah hatinya. Setiap orang tua harus memiliki pedoman, sebagaimana yang telah diajarkan nabi Ibrahim ketika mendidik sang anak nabi Ismail, yang mampu tumbuh menjadi pemuda yang sholeh, berbakti, berkarakter, cerdas dan mampu menjadi pemimpin Islam. (uyang)