hit counter code


Demi Nafkahi Keluarga, Ibu Tangguh Ini Nekat Jadi Loper Koran

Kesehatan, | Wed 02/2015 11:28:38
Dompet Dhuafa Post Image
Share
Syafrida (43) penerima manfaat Lembaga Pelayan Masyarakat (LPM) Dompet Dhuafa

Tidak hanya berprofesi sebagai loper koran, ibu dengan 4 orang anak yang juga telah menyandang status janda ini juga menjajal peruntungan dengan berjualan gorengan keliling menggunakan sepeda motor peninggalan sang suami. Ya, demikianlah kira-kira perjuangan yang dilakukan Syafrida (43), warga yang tinggal di sebuah kontrakan di kawasan Taman Griya Asri II, I13 No.37 ini. Dengan penuh kesabaran dan keikhlasan ia jalani profesi tersebut. Tujuan utamanya hanya satu, yakni mampu memperbaiki taraf hidup keluarganya.

Tidak hanya mencukupi nafkah ke 4 orang anaknya, Ida demikian sapaan akrabnya sehari-hari ini juga tengah merawat sang ibu yang telah memasuki usia lanjut. Berat memang ketika ia mulai merasakan hidup tanpa seorang suami. Meski demikian, sebagai penopang hidup bagi keluarganya, ia tak ingin terus berlarut dalam kesedihan. Hanya sebuah usaha kerasnya saja yang mampu membuat keluarganya mampu bertahan hidup.

Dari profesinya menjajakan koran, memang penghasilan yang didapatkan tidaklah menentu. Bila koran yang dijajakannya habis terjual, biasanya ia mendapatkan sekitar Rp 30 ribu per harinya. Namun bila masih tersisa, biasanya ia hanya diberi upah sekitar RP 17 ribu dari pengepul koran langganannya. Namun, bila penghasilannya dari berjualan koran hanya mendapatkan upah yang sedikit, alhamdulillah gorengan yang dijajakannya disekitaran kawasan tempat tinggalnya habis terjual.

“Ya, Alhamdulillah kalo lagi sepi yang beli koran ya saya tambah-tambah cari rizki dari jual gorengan. Yang penting mah saya bisa nafkahi keluarga saya,” ujarnya kepada Tim Survei Lembaga Pelayan Masyarakat (LPM) Dompet Dhuafa pada Januari lalu.

Sulitnya mencari nafkah seorang diri menjadi cobaan hidup yang tengah dirasakan Ida. Namun, cobaan hidup yang dirasanya tidak berhenti sampai di situ. Kini, ia pun terancam terusir dari rumah kontrakannya dikarenakan sering telat membayar uang sewa.

“Sering banget saya dapat teguran dari pemilik kontrakan karena saya sering nunggak bayar kontrakannya. Makanya saya pusing juga kalo mikir keadaan sekarang,” imbuhnya lirih.

Melihat kegigihan yang ditunjukkan Syafrida yang mampu menjadi tulang punggung keluarganya membuat Dompet Dhuafa, melalui Lembaga Pelayan Masyarakat (LPM) tergerak untuk membantunya melunasi uang sewa kontrakannya dengan memberikan bantuan sebesar Rp. 2 juta. Selain itu, ia juga berencana ingin memanfaatkan bantuan tersebut untuk modal usaha gorengannya. (uyang)