hit counter code


Semarak Dakwah Isra’ Mi’raj Di Rumah Tahanan

Dakwah, Nasional, | Thu 05/2016 07:10:38
Dompet Dhuafa Post Image
Share

BOGOR -- Sebanyak 150 narapidana (napi), mengikuti acara peringatan Isra' Mi'raj di Rumah Tahanan (Rutan) Gunung Sindur Bogor, pada Selasa (24/5). Acara ini diselenggarakan oleh Dompet Dhuafa melalui Lembaga Pelayan Masyarakat (LPM), dengan tujuan meningkatkan semangat ibadah para napi.

Kesadaran para napi mulai kembali, lambat laun para napi sadar akan ibadah meski menjalaninya di dalam rutan. Merekapun bahagia jika ada acara keagamaan yang diselenggarakan di rutan. Kebahagiaan mereka terlihat meski sehari-harinya harus mendekam dalam keterbatasan ruang dan akses. Akan tetapi itu semua tak mereka rasakan, karena suasana rutan yang penuh rasa kekeluargaan. Terbukti ketika persiapan acara, mereka bersama-sama menyiapkan berbagai perlengkapan acara.

Kegiatan Isra’ Mi’raj ini diisi dengan tausiyah dari Ustadz Ahmad Shonhaji, salah satu Dai dari Corps Dai Dompet Dhuafa. Dalam materi cermahnya, ia mengajak para napi agar meningkatkan keimanan, ketaqwaan dan hubungan sosial dalam menggapai ridho Allah SWT. Ia juga menyampaikan, momentum Isra’ Mi’raj dapat menjadi pemompa semangat ibadah bagi semua napi agar istiqomah dalam menjalankan perintah Allah dan sunnah Rasul-Nya, terutama shalat.

Dalam peringatan Isra’ Mi’raj ini pula, hadir DKM Masjid Khusnul Khotimah Rutan Gunung Sindur, Rinto. Ia menyampaikan, momen Isra’ Mi’raj ini harus dijadikan bahan instropeksi diri, agar menjadi Insan yang kamil. Ia juga berharap ada lembaga atau komunitas lain dapat mengedukasi di lapas dan rutan. Dengan maksud dakwah Islam tersebar ke berbagai titik sentral khususnya di lapas dan rutan.

Secara reguler, program ini dilaksanakan oleh tim LPM Dompet Dhuafa melalui program Bina Santri Lapas. Program tersebut rutin dilaksanakan dua kali pertemuan setiap pekannya. Para napi mendengarkan tausiyah dan belajar mengaji dari para ustadz yang datang ke lapas dan rutan. Program ini telah berjalan di berbagai lapas dan rutan yang tersebar di wilayah Jabodetabek sejak tahun 2007. (LPM Dompet Dhuafa/Fajar)