hit counter code


Kurbanesia, Ajak Masyarakat Tebar Hewan Kurban Ke Pelosok Indonesia

Kurban, Nasional, | Thu 08/2016 11:00:28
Dompet Dhuafa Post Image
Share

JAKARTA – Bertempat di Gado-Gado Boplo, Menteng, Jakarta Pusat, Dompet Dhuafa menggelar press conference bertajuk Kurbanesia, Rabu (10/8). Mengusung tema "Kurbanesia, Berlimpah Keberkahan," Dompet Dhuafa menargetkan sedikitnya 25.000 ternak untuk disebarkan ke seluruh pelosok Indonesia. Selain di dalam negeri, sebagian hewan kurban juga akan didistribusikan ke beberapa negara di dunia.

Urip Budiarto selaku General Manager, Research and Mobilization, menjelaskan bahwa program Tebar Hewan Kurban (THK) yang menjadi bagian dari Kurbanesia bertujuan untuk mengajak masyarakat agar tidak hanya berkurban dengan memberi hewan semata. Tetapi berkurban yang bermanfaat untuk seluruh masyarakat di Indonesia.

“Esensinya, kita sebagai lembaga zakat ingin membantu sesama dalam menaikan pangkat mereka dari yang semula mustahik menjadi muzakki. Caranya dengan melakukan program Tebar Hewan Kurban (THK). Hal ini menjadi pemacu kami melihat beberapa kejadian yang kami temukan di lapangan. Yakni banyak orang yang berkurban di kota-kota besar dan mengirimkannya ke masjid terdekat misalnya. Kemudian hal ini menyebabkan hewan kurban yang disumbangkan oleh orang kaya menumpuk. Bahkan satu keluarga bisa mendapatkan 5-10 kilogram daging. Akhirnya daging kurban ini pun mubazir karena saking banyaknya,” ungkap Urip.

Ia menambahkan bahwa penting untuk mengajak masyarakat atau para muzakki di Indonesia, agar bersedia berbagi daging kurban dengan masyarakat yang tinggal di pelosok negeri. Mengingat masih banyak ditemukan masyarakat di pelosok Indonesia yang menikmati daging hanya setahun sekali. Bahkan ada daerah yang sudah 15 tahun tidak menikmati daging kurban.

“Hal ini kemudian menjadi penyelesaian Dompet Dhuafa untuk mengajak masyarakat Indonesia dalam berbagi rezeki dengan masyarakat di pelosok. Dengan harapan daging kurban dapat merata sebarannya. Tentunya akan sangat menyenangkan apabila masyarakat di pelosok ini dapat menikmati daging kurban. Berdasarkan pantauan kita, di daerah Tambora, masyarakatnya selama 15 tahun belum pernah berkurban dan merasakan daging kurban. Maka dari itu, alangkah lebih baik apabila kita bersama-sama membantu masyarakat di pelosok Indonesia untuk dapat menikmati kebahagiaan dari daging kurban,” tambahnya. (Dompet Dhuafa/Ira)