hit counter code


Ijazah Tertebus, Kerja Tak Lagi Mimpi

Sosial, Nasional, | Fri 08/2016 19:09:39
Dompet Dhuafa Post Image
Share

TANGERANG SELATAN -- Senyum merekah tersungging dari bibir Fahri (19), tatkala ia menghitung beberapa lembar uang pecahan Rp. 50 ribu yang baru saja ia tarik dari mesin ATM. Terbayang dipikirannya hal apa saja yang akan ia lakukan dengan uang gajinya. Fahri Husaini, merupakan penerima manfaat program Tebus Ijazah Lembaga Pelayan Masyarakat (LPM) Dompet Dhuafa. Saat itu Fahri menghadapi kesulitan karena ia tak memiliki selembar ijazah pun yang dapat digunakan untuk melamar pekerjaan. Jangankan bermodal ijazah asli, salinannya pun ia tak punya. Hal itu terjadi lantaran ia masih memiliki tunggakan biaya sekolah yang cukup besar walau telah lulus sekolah. 

0Keluarga Fahri hanya pasrah. Namun tetap berusaha mengumpulkan rupiah demi rupiah uang untuk menebus ijazah sang putra. Usaha yang dilakukan sang ayah, Jumadi (45), pun memiliki keterbatasan. Semua karena faktor kesehatan Jumadi yang menderita sakit paru-paru. Begitu pula dengan ibunda, Asuroh (42), yang hanya ibu rumah tangga biasa. Sebagai anak, Fahri tak bisa menuntut banyak kepada keluarga. Terlebih ia menyadari bahwa dua adiknya masih sekolah dan membutuhkan biaya. “Saya suka ikut bantu mamang (Paman) jualan di Pasar Ciputat, hasilnya lumayan buat kumpulin uang. Mudah-mudahan bisa bantu emak,” ujar Fahri.

Beruntung melalui informasi dari relawan yang diterima oleh tim survey LPM Dompet Dhuafa untuk membantu melunasi tunggakan biaya pendidikan Fahri. Ketika itu ia mengaku ingin menggantikan posisi ayah sebagai security ditempatnya bekerja karena faktor kesehatan sang ayah yang tidak stabil. Selang empat bulan berlalu pasca mendapatkan ijazah. Fahri kini telah mendapatkan pekerjaan. Namun bukan sebagai tenaga pengamanan melainkan Pramuniaga sebuah toko di pusat perbelanjaan di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan. Sudah lima bulan ia bekerja disana, selama itu pula ia dengan riang menjalani hari-harinya berkendara dengan angkutan umum dari rumahnya di Kp. Bulak, Kedaung – Pamulang, ke area Pondok Indah.

Alhamdulillah sekarang bisa bantu-bantu keluarga,” ucap Fahri dengan perasaan bahagia saat dijumpai di tempatnya bekerja. Ia sama sekali tak merisaukan posisinya saat ini sebagai pramuniaga. Ia menyadari bahwa baru bekerja dan belum memiliki pengalaman yang cukup. Kedepan ia ingin menjadi supervisor agar karirnya lebih meningkat dari sebelumnya.

Para Donatur Dompet Dhuafa yang budiman, Fahri merupakan satu dari ratusan penerima manfaat yang telah merasakan manfaat dari donasi yang anda tunaikan. Terima kasih para Donatur semua. (Dompet Dhuafa/Rifky)