hit counter code


Bekerja Dahulu, Kuliah Kemudian

Sosial, Nasional, | Wed 09/2016 12:18:47
Dompet Dhuafa Post Image
Share

BOGOR -- “Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ketepian. Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian”. Sebuah pepatah yang menggambarkan bagaimana kerja keras seseorang dapat mengantarkannya pada kesuksesan. Pepatah tersebut sangat mewakili dengan apa yang saat ini tengah dirasakan oleh seorang gadis asal Bogor, Nurul Alfi (19). Gadis kelahiran 21 Mei 1997 ini, tengah bergelut dengan tekad dan kerja keras untuk mewujudkan impian bisa menuntut ilmu di Perguruan Tinggi.

Nurul, begitu sapaan akrabnya, merupakan alumnus dari salah satu SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) di Bogor. Untuk mewujudkan mimpinya menimba ilmu di Perguruan Tinggi, nampaknya Nurul harus bersabar sejenak mengumpulkan pundi-pundi Rupiah sembari menunggu tahun ajaran baru datang. Saat ini Nurul bekerja disalah satu Rumah Sakit Ibu dan Anak kawasan Kemang, Bogor.

Penerima manfaat program “Tebus Ijazah” Dompet Dhuafa 2016 ini, menjalani hari-harinya dengan berprofesi sebagai petugas kebersihan di Rumah Sakit tersebut. Setiap hari Nurul berangkat ke tempatnya bekerja dari kediamannya, Gang Harapan 2 RT.01/02, Jampang, Kemang, Bogor. Ia bersyukur karena mendapatkan pekerjaan yang tak jauh dari tempat tinggalnya.

“Alhamdulillah dapat tempat kerja yang dekat. Lumayan ongkos gak terlalu berat, jadi bisa nabung sedikit,” ungkap Nurul.
Saat tim Lembaga Pelayanan Masyarakat (LPM) Dompet Dhuafa menyambangi Nurul di tempat kerjanya. Saat itu Nurul yang tengah sibuk membersihkan salah satu ruangan menuturkan, bahwa kedepan sangat tertarik dengan profesi perawat yang setiap hari ia saksikan. Baginya profesi menjadi seorang perawat adalah profesi yang mulia.

Bagi Nurul saat ini, pilihan kuliah menjadi yang terpenting. Ia dihadapkan pada beberapa pilihan: akuntan, guru, atau perawat. Namun yang tak kalah pentingnya dari semua pilihan itu adalah, ia berusaha keras agar jika tahun depan bisa kuliah. Sebisa mungkin ia tak ingin merepotkan sang ayah, Rassan (41), yang bekerja sebagai supir layanan jenazah.

“Mudah-mudahan Nurul bisa kerja sambil kuliah, supaya gak repotin bapak. Masih ada adik yang baru SD, Nurul juga ingin kuliah di Universitas Negeri,” ujar Nurul seraya berharap.

Nurul mempunyai asa, apapun yang ia ambil kedepannya, hal itu bisa membantu ekonomi keluarga kearah yang lebih baik dan bisa membantu pendidkan adik semata wayangnya. Ia juga bertekad memberikan kebangaan bagi keluarga dengan memiliki gelar sarjana. Hal itu karena belum ada satu pun anggota keluarga Nurul yang menjadi sarjana.

Para Donatur sekalian donasi anda telah menghantarkan Nurul ke satu tahap lebih baik dari sebelumnya. Mari kita bantu Nurul lainnya melalui bentangan kebaikan yang Anda sisihkan. “Terima Kasih Donatur Dompet Dhuafa, berkat donasi para dermawan, sekarang saya dapat bekerja,” ucapnya. (Dompet Dhuafa/Rifky LPM)