hit counter code


Tujuh Tahun “Sekolah Guru Indonesia” Membangun Negeri (2 -habis)

Pendidikan, Nasional, Zona Madina, | Thu 10/2016 10:20:31
Dompet Dhuafa Post Image
Share

Kiprah Para Alumni dalam Membentang Kebaikan

JAKARTA -- Membentang kebaikan merupakan tagline Dompet Dhuafa untuk terus berkarya memutus rantai kemiskinan. Sekolah Guru Indonesia (SGI) berkiprah terhadap pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan. Peserta angkatan ke-I SGI adalah guru-guru di sekitar Bogor dan mahasiswa tingkat akhir. Sedangkan angkatan ke-II dan III sasaranya adalah anak-anak muda. Mereka dilatih selama enam bulan kemudian dikirim ke daerah terpencil di Indonesia.

“SGI angkatan ke-I Tahun 2009, kita merekrut guru guru di sekitar Bogor dan mahasiswa tingkat akhir yang ingin menjadi guru selama setahun. Kemudian para peserta di-trainning setiap minggu di Bumi Pengembangan Insani yang berdiri di atas tanah wakaf di kawasan Zona Madina, Parung, Bogor. Kemudian angkatan ke-II sasarannya pada anak muda yang ingin mengabdi di daerah. Sekitar 20 orang kita kirim ke 20 titik beranda Indonesia. Seperti Rontendau, Papua, Waikanan dan lain-lain, menjadi daerah sasarannya,” ujar Cicih Kurniasih, Kepala SGI.

Cicih menambahkan bahwa, pada angakatan ke-V, pelatihan hanya berlangsung lima bulan karena adanya perubahan kurikulum. Sehingga menjadi lebih praktis, karena yang dibutuhkan guru saat ini adalah how to teach? bagiamana mengajar yang baik di kelas dan how to educate? bagaimana mendidik anak-anak. Jadi para guru SGI tidak hanya sekedar menyampaikan materi. Tetapi juga menanamkan nilai-nilai karakter dalam diri siswa.

“Selain menjadi tenaga pengajar, SGI juga berperan dalam memberdayakan masyarakat. Seperti di Gorontalo, ada gerakan satu Tenun kerawang. Namun sayangnya mereka memproduksinya ketika ada permintaan asing, untuk itu SGI membangun Koperasi untuk memasarkan produk mereka,” imbuh Cicih, saat ditemui di ruang kerjanya.

Kiprah alumni SGI telah tersebar ke seluruh penjuru negeri. Mereka ada yang menjadi guru professional, dosen, konsultan, dan lain sebagainya. Seperti Eko Nurhaji Purnomo, M.Pd. SGI angkatan ke-I, saat in ia menjadi Kepala Sekolah Tazkia International Islamic Boarding School (IIBC), Malang. Sebuah pesantren berbasis kurikulum Cambridge. Ada juga Rizki Irawan, SGI angkatan ke-II, selain menjadi konsultan ia mendirikan kampus “Cyber Institute,” dan adapula yang mendirikan “Saung Baca” untuk pemberdayaan umat.  

Semoga SGI terus memberikan kontribusi nyata dalam ikhtiar membangun negeri. Sehingga pemerataan guru professional terus berkelanjutan. Khususnya di daerah terdepan, terluar dan tertinggal. “Saya berharap SGI terus eksis dan membangunkan jiwa guru di Indonesia,” pungkasnya.

Selamat Milad ke-7 “Sokolah Guru Indonesia”. (Dompet Dhuafa/Khoir)