hit counter code


Peletakkan Batu Pertama Pembangunan Masjid SMART dan Penanaman Pohon SSC

Pendidikan, Wakaf, Nasional, | Fri 11/2016 11:41:47
Dompet Dhuafa Post Image
Share

BOGOR -- Dompet Dhuafa sebagai lembaga filantropi yang berkiprah dalam pemberdayaan umat, kini melaksanakan kegiatan peletakkan batu pertama pembangunan masjid SMART Sekolah Satya Cendikia (SSC), dilanjutkan dengan penanaman pohon. Acara dihadiri oleh Direksi Dompet Dhuafa, jajaran pemerintah kabapaten Bogor, perwakilan PT. Holcim Indonesia dan orang tua siswa yang bertempat di halaman sekolah, Jalan Raya Narogong km 07 Klapanunggal, Bogor, Kamis (24/11).

Sekolah Satya Cendikia atau Sekolah Semen Cibinong (SSC) adalah sekolah yang menyelenggarakan pendidikan TK, SD dan SMP. Sekolah ini diwakafkan PT. Holcim Indonesia kepada Dompet Dhuafa pada 23 Agustus 2011, dan saat ini berada di bawah manajemen SMART EI Ekselensia Indonesia Dompet Dhuafa.

Jangkauan dan Jumlah Penerima Manfaat SSC terdiri dari 880 siswa dan 55 guru dengan  bentuk manfaat yang diterima berupa manajemen atau pengelolaan sekolah. Sedangkan sebaran area program menjangkau satu wilayah, yaitu Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Selama ini siswa-siswa SSC melakukan kegiatan sholat dhuha dan dzuhur berjamaah di lapangan sekolah. Di tengah teriknya panas matahari, orang tua siswa khususnya ibu-ibu, mengantarkan anak-anaknya menunggu hingga jam pulang. "Masjid SMART akan menjadi sarana kegiatan pembinaan karakter siswa dan memfasilitasi orang tua siswa membentuk majelis taklim. Selain itu juga bisa digunakan ruang pertemuan, seperti seminar dan lainnya," ujar Agus Ikhsan, Manager Pendidikan SSC.

Ismail A. Said, Ketua Yayasan Dompet Dhuafa, ingin sekali melakukan percepatan dalam pembangunan masjid SMART. Tapi jika ditanya soal pembiayaan, apakah sudah ada atau belum, maka jawabannya belum ada sama sekali. "Kita letakkan batu pertamanya, sambil mengurus izin dan cari uangnya," ungkapnya.

“Kami mendukung pembangunan masjid dan program penghijauan sebagai salah satu misi Kabupaten Bogor yang ingin menjadi Kabupaten Tegar Beriman. Semoga anak-anak bisa tumbuh dan beraktivitas kembali di masjid,” papar Dadi Gumilar, perwakilan Bupati Bogor.

Direktur Mobilisasi Wakaf Dompet Dhuafa, Ahmad Sonhaji mengatakan bahwa pendidikan itu tidak hanya melaksanakan kegiatan pembinaan dalam meningkatkan kualitas siswa dalam keilmuan dengan kurikulum terbaik. Tetapi kita juga harus membangun karakter dengan pendekatan akhlaqul karimah, salah satunya dengan membangun nilai-nilai keagamaan spiritual. "Masjid menjadi pusat pengembangan umat karena bisa belajar pendidikan moral, agama, dan pendidikan karakter," imbunya.

Hal ini disambut baik oleh Alya Kelas VI SD SSC. "Senang sekali dan bisa rajin ibadah, jadi tidak berpanas-panasan lagi," saat ditemui usai melaksanakan sholat dzuhur berjamaah di halaman sekolah. (Dompet Dhuafa/Khoir)