hit counter code


Lantunan Talbiyah Di Lapas Gunung Sindur

Dakwah, Nasional, | Fri 01/2017 12:02:15
Dompet Dhuafa Post Image
Share

BOGOR — “LabaikAllahumma labaaik, labaaik laa syarika laka labaaik, inal hamda wan ni’mata laka wal mulka la syarikalah,” itulah yang melantun dari ratusan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Gunung Sindur. Mereka menggemakan panggilan Allah dalam rangkaian acara pelatihan manasik haji di area Lapas kelas III Gunung Sindur, Bogor, Kamis (26/17).

Kegiatan tersebut terselenggara atas kerjasama Program Bina Santri Lapas (BSL) Lembaga Pelayan Masyarakat (LPM) Dompet Dhuafa, Cordofa, dan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Gunung Sindur. Bertujuan untuk membangkitkan keimanan kepada Allah dan memotivasi hidup yang lebih baik. Sebagaimana pemaparan Ustadz Fauzi Qosim, melalui keutamaan-keutamaan ibadah haji.

“Siapa yang berhaji ke Ka’bah lalu tidak berkata-kata seronok dan tidak berbuat kefasikan, maka dia pulang ke negerinya sebagaimana ketika dilahirkan oleh ibunya (HR. Bukhari),” tutur Ustadz Fauzi, saat memberikan pelatihan manasik haji.

Ust. Fauzi Qosim selaku Head of Cordofa dan pembimbing Haji Umroh Dompet Dhuafa Travel, kembali menyampaikan bahwa sifat-sifat yang disyaratkan bagi jamaah haji bisa menjadi teladan untuk memiliki kualitas diri yang jauh lebih baik.

“Tidak berkata jorok, tidak berbuat fasik, merupakan bentuk kesungguhan berhaji yang dapat mengantarkan kita memperoleh keutamaan-kutamaan beribadah haji. Hal ini dapat menjadi sifat teladan yang baik bagi kita semua. Meskipun belum menjadi tamu Allah,” tambah Ustadz Fauzi Qosim, sembari mendoakan WBP agar kelak dapat berangkat haji bersama dalam satu pesawat.

Para peserta pelatihan diajak berjalan menelusuri area Lapas Kelas III Gunung Sindur yang telah dibagi menjadi petak-petak denah Ibadah Haji. Seperti denah Arafah, Ka’bah, Shofa, Marwah, dan lain-lain. Setiap denah diiringi dengan penjelasan dari Ustadz Fauzi Qosim, dan do’a serta dzikir oleh Ustadz Madroi.

Para peserta antusias mengikuti rangkaian acara hingga akhir. Beberapa peserta turut mengapresiasi kegiatan ini, seperti yang disampaikan oleh Ahmad (50), asal Madura. “Acara ini sebagai ilmu praktis yang sangat bermanfaat dan memotivasi untuk berhaji,” tuturnya.

Demikian pula yang disampaikan oleh Abdullah (33), “sangat bersemangat dan berharap bersama keluarga untuk segera daftar haji dan umroh”.

Program Bina Santri Lapas (BSL) adalah bimbingan keagamaan bagi warga binaan di Lapas sebagi bentuk penyelamatan aqidah dan memotivasi hidup yang lebih baik. Sehingga kelak pada saat keluar dari Lapas warga binaan dapat hidup lebih baik dan membawa perubahan yang berarti dalam hidupnya. (Dompet Dhuafa/Cordofa)