hit counter code


Buka Usaha Warung Makan, Susi Bangkitkan Ekonomi Keluarga

Kesehatan, | Thu 03/2015 11:53:41
Dompet Dhuafa Post Image
Share
Susi penerima manfaat Dompet Dhuafa Jogja. (Foto: Dompet Dhuafa Jogja)

Pagi itu sinar mentari hangat menyapa dan mengiringi semangat pagi di Kawasan Nglipar, Gunung Kidul, Yogyakarta. Seolah mata enggan tertutup karena panorama alam yang terlalu sayang untuk dilewatkan. Setibanya di wilayah Nglipar, terdapat sebuah warung yang cukup kecil namun sarat dengan beraneka jajanan juga dagangan.

Senyum hangat menyapa dari sang pemilik warung. Susi, demikian ia akrab disapa. Perempuan berusia 30 tahun ini tengah melayani para pembeli yang singgah di warung sederhanya itu. Ibu muda yang terkenal gigih ini merupakan salah satu penerima manfaat dari sekian ribu penerima manfaat Dompet Dhuafa Jogja. Warung di tikungan jalan yang dulu hanya sepetak ini, kini berubah menjadi dua petak dan lebih berwarna dengan beraneka ragam dagangan yang dijual Bu Susi di warungnya.

“Alhamdulillah, dulu tidak seperti ini warung saya. Sebelumnya kecil hanya sepetak dan hanya jualan kupat tahu sama soto,” jelasSusi dengan keluguannya.

Dalam membuka usaha warung makan, Susi ditemani Wahyu, sang suami. Setiap harinya, wahyu yang turut membantu sang istri melayani pembeli. Mereka menceritakan perjuangan ketika mendirikan warung yang dimulai pada pertengahan tahun 2013. Hingga mereka bertemu dengan seorang pegawai BMT Dana Insani Gunung Kidul yang kemudian menawarkan kepada keduanya untuk mengikuti salah satu program Baitul Maal Wa Tamwil (BMT) kerjasama dengan Dompet Dhuafa Jogja. Program tersebut adalah SAKOFA (Madrasah Ekonomi Dhuafa) yang saat ini berganti nama menjadi Madrasah Ekonomi Mandiri.

Dalam program ini masing-masing peserta termasukSusi mendapatkan bantuan modal usaha sebesar satu juta rupiah. Selain mendapatkan modal usaha, peserta juga mendapatkan pendampingan dalam menjalankan usaha sekaligus dibuat kelompok semacam arisan kemudian menyisihkan sebagian keuntungan usahanya untuk tabungan. Dari sini lah usahanya mulai berkembang.Ibu dari satu orang anak ini kini berjualan aneka jajanan dan kebutuhan pokok di samping tetap berjualan kupat tahu dan soto.

Warung yang dulunya hanya berdiri satu petak, kini bertambah menjadi dua petak dengan tambahan berbagai dagangan yang lengkap sehingga masyarakat Nglipar cukup terbantu dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga mereka dengan adanya warung ini. Omset tujuh ratus ribu bisa diperoleh Susi tiap harinya. Dari omset tersebut ia pun kembali memutar uangnya dengan membeli dagangan sebagai investasi kelak. Omset yang semakin meningkat ini sangat membantu perekonomian keluarganya.

“Alhamdulillah semenjak mengikuti program dari Dompet Dhuafa ini saya dapat membantu suami saya sehingga ekonomi kami membaik dan kami dapat mempersiapkan bekal pendidikan untuk anak kami,”ungkapnya.

Susi pun berharap supaya pendampingan yang diberikan oleh Dompet Dhuafa dan BMT Bina Insani terus dijalankan. Karena mereka masih sangat membutuhkan ilmu terutama dalam hal manajemen keuangan dan pembukuan dalam berwiraswasta. Dari silaturahim ini aku semakin mengerti bahwa kemiskinan itu bisa ditanggulangi, selama setiap pribadi memiliki kemauan yang tinggi untuk berubah dan berusaha. Begitu pula Dompet Dhuafa, harus semakin giat untuk mencari orang-orang yang kurang mampu agar dapat memutus rantai kemiskinan ini. (uyang)