hit counter code


Dengan Berzakat, Bangkitkan Rasa Saling Berbagi, Peduli, dan Empati

Kesehatan, | Fri 03/2015 10:45:37
Dompet Dhuafa Post Image
Share

Seiring dengan arus modernisasi dan globalisasi yang masuk dalam kehidupan kita saat ini, termasuk serangan pengaruh budaya barat, begitu sedemikian dahsyatnya menerpa generasi muda kita, yang dampaknya tidaknya di kota metropolitan saja, namun sudah merambah ke daerah-daerah nusantara pelosok, sehingga tidak mampu lagi dibendung oleh pemerintah kita dan menyebabkan perubahan pada tatanan kehidupan berbangsa dan bermasyarakat.

Ini menimbulkan pengaruh yang luar biasa terhadap budaya yang selama ini dijunjung tinggi oleh bangsa ini, yakni budaya saling berbagi, tolong-menolong, kebersamaan bergotong-royong yang menjadi alat pemersatu kebhinekaan negara tercinta ini. Seiring berjalannya waktu telah berubah begitu cepatnya menjadi sifat-sifat egoistis, individualistik dan sifat masa bodoh serta tidak mau lagi peduli dengan apa yang terjadi di sekitarnya, baik itu tetangga, sahabat karib, termasuk keluarganya sendiri, dan ini sangat membahayakan jika generasi muda kita memiliki sifat dan kepribadian seperti ini.

Mengapa itu bisa terjadi? Banyak orang yang kurang memiliki rasa peduli, akhirnya mereka hanya mementingkan diri sendiri dan menjadi apatis. Hal ini sangat tidak baik, karena bisa menimbulkan banyak dampak negatif. Akan berakibat pada kerusakan moral. Sebagai contoh, salah satu penyebab rusaknya negara ini adalah korupsi. Dan korupsi sendiri disebabkan karena para koruptor tidak memiliki rasa peduli pada rakyat, sehingga dia tega ‘memakan’ uang rakyat.

Contoh lainnya adalah terjadinya pemanasan global. Hal ini juga disebabkan karena kurangnya rasa peduli manusia terhadap lingkungan. Manusia yang tidak bertanggung jawab hanya bisa mengambil manfaat dari bumi tapi tidak bisa menjaganya dan tidak mempedulikannya. Itu hanyalah 2 dari banyak dampak negatif yang ditimbulkan oleh kurangnya rasa peduli.

Belum lagi, hilangnya rasa tolong-menolong antar sesama. Kemiskinan dan kebodohan yang semakin merajalela, itu semua karena sikap mereka tidak peduli, tidak mau berbagi ilmu dan pengalaman. Kemiskinan dan kebodohan sebenarnya mampu di atasi secara perlahan-lahan, jika seluruh masyarakat mau bergotong-royong, bersama-sama seluruh elemen baik lembaga sosial atau kemanusiaan dan pemerintah.

Seperti apa yang dilakukan Dompet Dhuafa bersama program-program pemberdayaannya dalam berbagai bidang di antaranya pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan kebencanaan. Apa yang direalisasikan Dompet Dhuafa bersama program-program pemberdayaannya, sebagai lembaga zakat sangat patut diberikan apresiasi dan seharusnya bisa dijadikan contoh oleh pemerintah dalam mengatasi problematika kehidupan masyarakat.

Zakat merupakan salah satu ibadah yang tertera dalam rukun Islam. Sebagai Ibadah yang bermanfaat sebagai pembersih harta bagi yang menunaikannya (muzzaki), ia juga amat bermanfaat bagi sang penerimanya (mustahik) kaum dhuafa. Tidak hanya sebagai pembersih harta, namun zakat mampu menjadi solusi menangani permasalahan sosial seperti kemiskinan yang masih mendera bangsa ini.

Dengan demikian kita harus bisa meningkatkan rasa peduli kita, baik kepada sesama ataupun pada lingkungan. Menumbuhkan rasa saling peduli, berbagi, bergotong-royong itu tidak sulit, kita hanya harus bisa saling memberi, berbagi, menjaga, mengerti, dan saling menyayangi. Dengan demikian melakukan hal demikian kita mulai bisa menumbuhkan rasa peduli kita. Rasa peduli bisa kita pisa menjadi 2, yaitu peduli pada sesama manusia dan peduli pada lingkungan. Semuanya memberikan hal-hal positif.

Bagaimana cara menumbuhkan menumbuhkan kepekaan untuk saling berbagi, peduli, dan empati? Pertama, tumbuhkan sikap positif dalam diri kita. Insya Allah dengan kita selalu berbaik sangka terhadap seseorang, akan mempermudah kita semakin mendekat pada rasa kasih sayang dan kepedulian. Tidak hanya itu, kita juga mampu mengurangi sifat egois kita. Selain itu, kita bisa ikut merasakan penderitaan orang lain sehingga kita bisa mengerti keadaan orang lain.

Kedua, mengurangi beban dan penderitaan orang lain, jika kita biasakan sifat dan prilaku ini dalam diri kita, secara tidak langsung kita membuat orang lain membuat orang lain menjadi bahagia, karena kepedulian kita padanya, sehingga timbul hubungan yang harmonis semakin harmonis.

Empati dapat menjadi kunci menaikkan integritas dan kedalaman hubungan dengan orang lain. Semakin kita dekat dan merasakan kesusahan atau penderitaan yang dialami orang lain, maka kita akan semakin mengerti dan menyadari betapa berartinya hidup kita. Mungkin kita akan merasa lebih beruntung karena tidak sampai mengalami penderitaan yang demikian.

Semoga kita memiliki kepekaan sosial, rasa peduli dan empati yang tinggi sehingga hati kita akan tergerak untuk turut membantu meringankan penderitaan orang lain dengan berbagai macam wujud bantuan yang bisa kita berikan. Tak hanya memikirkan kepentingan diri sendiri saja, apalagi sampai merampas hak orang lain yang sebenarnya bukan milik kita. (uyang/diolah dari berbagai sumber)