hit counter code


Tips Menenangkan Pikiran

Kesehatan, | Mon 03/2015 15:27:05
Dompet Dhuafa Post Image
Share

Nunik Utami

Tips Menenangkan Pikiran ala Adjie Silarus

Beberapa waktu lalu, saya mendapat kesempatan untuk bertemu Adjie Silarus. Beliau adalah pengusaha yang kini menjadi meditator. Yang membuat saya merasa beruntung adalah karena Mas Adjie gencar mengajak masyarakat untuk menyeimbangkan hidup untuk menenangkan pikiran. Ya, inilah yang saya perlukan, saat ini.

Di tengah kepadatan Jakarta, tentu saja saya hanya satu dari sekian juta orang yang merasa hidupnya harus serba cepat. Cepat bertindak, cepat berpikir, cepat mengerjakan tugas, cepat mengurus ini itu, dan banyak lagi. Semua ini membuat pikiran ruwet, dan dengan pikiran yang tidak tenang, segala sesuatunya cenderung menjadi lebih rumit.

Bertemu dengan Mas Adjie di kawasan Kemang, seakan membuka mata saya, bahwa hidup harus seimbang. Betapa banyak informasi berharga yang disampaikan, saat kami mengobrol selama dua jam.

Hasil obrolan dengan Mas Adjie saya mendapatkan beberapa tips untuk menenangkan pikiran. Simak di bawah ini, ya!

Berusaha Hidup Seimbang

image

Ada siang, ada malam. Ada panas, ada dingin. Manusia pun mengenal Yin dan Yang (atau Being dan Doing, dalam ilmu barat). Selama ini orang hanya melakukan Yang, yaitu kerja keras, mengejar cita-cita, mengejar target hidup, bahkan berlomba-lomba mengumpulkan harta. Padahal, itu semua dapat menimbulkan stres bila tidak diimbangi dengan Yin. Apa itu Yin? Tentu saja kebalikan dari Yang, yaitu berhenti sejenak dan diam sesaat. Tujuannya adalah mengistirahatkan pikiran. Dengan pikiran yang tenang, kita dapat mengatur strategi, dan melakukan lompatan yang lebih tinggi lagi. Jadi, jika Yin sudah dilakukan, Yang pun otomatis bisa didapat.

Relakan yang Datang dan Pergi

Belajar merelakan yang datang dan pergi itu sangat penting.

Belajar merelakan yang datang dan pergi itu sangat penting.

Kebanyakan manusia tak bisa lepas dari masa lalu. Sedih dan sesal akan kejadian di masa lalu, seakan masih terus menghantui. Sebaliknya, manusia juga cemas dengan masa depan. Takut masa depan tidak bisa lebih baik dari hari ini. Terus menyesali masa lalu dan mencemaskan masa depan, membuat kita tidak bisa merasakan hari ini. Akibatnya, kita tidak hidup di masa mana pun. Tips dari Mas Adjie, relakan masa lalu pergi, dan ikhlaskan masa depan yang akan datang. Nikmatilah hari ini, rasakan baik-baik, sehingga pada akhirnya kita akan lebih bisa bersyukur.

Buang yang Tidak Perlu

image

Mulai belajar mengurangi koleksi baju dan barang yang tidak terlalu terpakai.

Saya merasa “tersindir” pada bagian ini. Saya termasuk sulit “membuang” sesuatu yang mungkin tidak diperlukan lagi, terutama untuk pakaian dan buku. Mas Adjie menyarankan untuk tertib mengurangi satu pakaian dari lemari, setiap kita membeli pakaian baru. Menyumbangkan satu buku kepada orang lain, setiap kita membeli satu buku baru. Termasuk, mengurangi satu aplikasi di ponsel, setiap kita menambah aplikasi baru.
Urusan membuang hal yang tidak perlu ini juga berlaku pada pikiran kita. Buang pikiran-pikiran yang hanya menjadi sampah di kepala. Dengan mengosongkan pikiran, kita dapat berpikir lebih jernih dan lebih tenang. Ibarat meja kerja, jika meja itu bersih, rapi, dan bebas dari barang-barang yang tidak terpakai, bekerja pun semakin nyaman dan mudah berkonsetrasi.

Jangan Lupa Bernapas

image

Ada yang pernah lupa bernapas?

Aha! Kapan terakhir kali kamu bernapas? Kita memang bernapas setiap detik, setiap saat. Tapi, cobalah berlatih pernapasan perut dengan baik. Caranya, tarik napas dalam-dalam melalui hidung (pada saat ini perut dikembungkan), dan keluarkan perlahan-lahan, tetap melalui hidung (perut perlahan-lahan dikempiskan). Tujuannya adalah untuk memperbanyak kandungan oksigen di dalam tubuh, yang akan membuat kita menjadi lebih rileks. Jika tubuh rileks, pikiran pun menjadi lebih tenang. Maka, kita akan lebih bersemangat dalam menjalani hidup.

Oh ya, latihan pernapasan ini pernah saya dapatkan juga dulu, sewaktu masih aktif di teater. Bedanya, ketika buang napas, melalui mulut. Kalau masih sulit, lakukan dengan cara tidur telentang, dan letakkan beberapa buku di atas perut. Dengan begitu, akan kelihatan perut kita mengembung saat tarik napas.

Jangan Menggenggam Terlalu Erat
image

Mas Adjie menegaskan bahwa mengobrol secara mendalam dengan teman atau orang yang kita percaya, dapat melepaskan beban. Kedua belah pihak memperoleh keuntungan. Orang yang curhat dapat merasa lega karena ada orang lain yang mendengarkan. Sebaliknya, si pendengar pun mendapatkan kepuasan karena telah berbagi waktu, telinga, dan hati, kepada orang lain. Meskipun si pendengar tidak memberikan solusi apapun atas masalah yang sedang didengarkan, lawan bicaranya akan merasa dihargai. Bahkan, seringkali orang itu mendapatkan solusinya sendiri, setelah menumpahkan semua bebannya. Yang terpenting, pilihlah teman curhat yang nyaman dan dapat dipercaya.

Nah, dari sini, saya melontarkan pertanyaan. Kalau kita sudah memiliki teman berbicara yang nyaman dan terpercaya, bagaimana kalau tiba-tiba orang itu tidak ada? Tips dari Mas Adjie, jangan pernah menggenggam terlalu erat sesuatu yang kita cintai. Begitu pula sebaliknya. Jangan pernah terlalu membenci sesuatu yang tidak kita sukai. Sebab, segala sesuatu, baik benda hidup atau mati, tidak ada yang abadi. Bisa saja orang yang kita cintai “pulang” lebih dulu. Satu hal lagi yang perlu disadari, mereka bukan “pergi”, tetapi “pulang”. Kalau itu terjadi, kembali lagi, kita harus merelakannya. Dan, kalau tidak terlalu menggenggam erat, kita tidak terlalu terpuruk ketika hal ini terjadi.
Hmmm … sesuatu yang masuk akal, tapi pasti sulit untuk dilakukan.

Itulah beberapa tips untuk menenangkan pikiran, ala Adjie Silarus. Semua tips ini dapat dilaksanakan, tetapi memang butuh latihan terus menerus.

Baiklah. Mari kita coba!

 

Tulisan ini sudah melalui proses editing tanpa mengurangi substansinya, disadur dari: http://nunikutami.com/tips-menenangkan-pikiran-ala-adjie-silarus.html