hit counter code


Banjir Indramayu Usai, Dompet Dhuafa Sinergi dengan Warga Bersihkan Sekolah

Kesehatan, | Thu 03/2015 12:09:49
Dompet Dhuafa Post Image
Share
Bersama warga dan pihak sekolah, Tim Relawan DMC Dompet Dhuafa gotong-royong membersihkan lumpur pascabanjir di Indramayu pada Kamis (19/3). (Foto: DMC Dompet Dhuafa)

INDRAMAYU- Banjir yang melanda empat kecamatan di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, mulai berangsur surut. Sinergi dengan masyarakat setempat, Dompet Dhuafa melalui Tim Relawan Disaster Management Center (DMC), menggelar aktivitas bersih-bersih di Sekolah SDN 1 Pilangsari, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, pada Kamis (19/3).

Sanadi, Tim Relawan DMC Dompet Dhuafa menuturkan, tumpukan lumpur mulai terlihat memenuhi lantai-lantai ruang kelas. Bukan hanya itu, sarana belajar di sekolah tersebut seperti kursi, meja, lemari yang berisikan buku-buku pelajaran pun ikut terendam lumpur.

Dengan menggunakan alat seadanya seperti sapu lidi, sapu ijuk, sekop, dan kain pel, tim relawan bersama warga berjibaku membersihkan lumpur-lumpur sisa bencana banjir yang terjadi sejak Senin (16/3) lalu.

“Alhamdulillah, sinergi dari masyarakat setempat dan pihak sekolah seperti para siswa dan guru memudahkan kita untuk gotong-royong dalam kegiatan bersih-bersih ini,” ujar Sanadi saat dihubungi melalui telepon.

Merespon bencana alam yang terjadi, Dompet Dhuafa melalui Disaster Management Center (DMC) telah menerjunkan tim relawan kemanusian, membantu pendataan terkait kerusakan material maupun kebutuhan mendesak yang dibutuhkan warga saat ini. Pada Rabu (18/3), Dompet Dhuafa telah mendistribusikan bantuan air bersih, untuk korban banjir di Kecamatan Jatibarang.

“Saat ini kami juga sedang mendata jumlah kerugian material yang dialami pihak sekolah di SDN Pilangsari ini. Rencananya kami akan alokasikan juga untuk bantuan School Kits bagi para siswa,” pungkasnya.

Jebolnya tanggul Sungai Cimanuk di Kecamatan Kertasemaya, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, pada Senin (16/3), menyebabkan kawasan tersebut terendam banjir. Akibat bencana alam tersebut, sekitar 15.000 jiwa warga di empat kecamatan berdampak langsung, di antaranya Jatibarang, Kertasmaya, Loh Bener, dan Pasekan. (uyang)