hit counter code


Siapkan Dai untuk Berkhidmat di Tapal Batas Indonesia

Dakwah, | Mon 05/2018 11:41:13
Dompet Dhuafa Post Image
Share

TANGERANG—Corps Dai Dompet Dhuafa (Cordofa) akan kembali membentangkan sayap dakwah islam di tepi Nusantara melalui program Dai Tapal Batas. Program ini bertujuan untuk menyentuh komunitas di sejumlah daerah yang tergolong 3T (Terluar, Tertinggal, dan Terdalam) Indonesia. Bukan hanya mensyiarkan ajaran Islam yang rahmatan lil alamin, Dai Tapal Batas juga ditugaskan untuk menjadi solusi permasalahan dan mendorong kesejahteraan masyakat setempat.

“Dai Tapal Batas harus juga berperan sebagai dai pemberdaya. Dimana dai tidak hanya berdakwah di atas mimbar, tapi juga harus menginisiasi dakwah transformatif yang menyentuh seluruh aspek kebutuhan dasar masyarakat seperti ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan sosial.” Ujar Hardy Agusman, Koordinator Cordofa, pada Ahad (6/5).

Dalam mewujudkan tujuan tersebut, Cordofa secara serius memberikan pembekalan dan pelatihan bagi para dai yang akan dikirimkan ke daerah-daerah tapal batas. Untuk itu pada awal bulan Mei yang lalu, selama 6 hari, Cordofa mengadakan kegiatan Training Dai Pemberdaya (TDP) di Bintaro, Tangerang Selatan.

"Materi-materi yang diberikan kepada para dai menyesuaikan dengan kebutuhan wilayah penugasan secara umum, seperti Fiqh Zakat, Spiritualitas Dai, Dakwah Transformatif, Konsep Pemberdayaan, Manajemen Dakwah, Manajemen Komunitas, Manajemen Kebencanaan, PRA, Matriks Perencanaan Program (MPP), Rencana Tindak Lanjut (RTL), Dasar-dasar kewirausahaan, Trauma Healing, dan lainnya". Ujar Fajar Shofari Nugraha, penanggung jawab Capacity Building Cordofa.

Training Dai Pemberdaya (TDP) diikuti oleh sepuluh dai dari berbagai titik nusantara, yakni Amas Muda Lubis (Nias), Sakirman Ramli (Kepulauan Mentawai), Muhammad Rizki (Suku Sakai, Riau), Arlan Syahrudin (Suku Akit, Riau), Zamzami (Suku Anak Dalam, Jambi), Ahmadiy (Gunung Kidul, Yogyakarta), Damarsono (Kawasan Kokap, Yogyakarta), Wasiran (Kawasan Rongkop, Yogyakarta), Robbi Darwis (Kutai Barat, Kaltim), dan Muhammad Khalimi (Merauke).

Selain itu, para dai juga melakukan visitasi ke kawasan Zona Madina Dompet Dhuafa di Bogor, untuk melihat langsung pemberdayaan masyarakat berbasis kawasan yang dilakukan oleh Dompet Dhuafa. Hal ini merupakan upaya Cordofa dalam membentuk dai yang dapat menjawab tantangan dakwah di tapal batas.(Dompet Dhuafa/Cordofa)