hit counter code


Lisa Namuri: Kurbanesia Itu Tepat Sasaran dan Menguatkan Ukhuwah Islamiyah (Bagian 1)

Kurban, | Fri 09/2018 20:14:01
Dompet Dhuafa Post Image
Share

JAKARTA -- Belum pernah terbayangkan sebelumnya bagi seorang Lisa Namuri, perjalanannya bersama Dompet Dhuafa untuk turut melaksanakan THK (Tebar Hewan Kurban) hingga ke pulau terpencil di timur Indonesia pada 20 hingga 23 Agustus 2018. Melewati medan yang sulit, melintasi gugusan pulau menggunakan kapal kecil bernama Ketinting, hanya untuk berbagi kebahagiaan hari raya Idul Adha 1439 H bersama warga Desa Tatinang, Kepulauan Maluku, Ambon.

"Bagi saya memang sangat berkesan, bukan sekedar melaksanakan seremonial kurban, tapi ikatan di dalamnya terasa sekali," aku Lisa. Ini adalah suatu pengalaman yang luar biasa bagi seorang Influencer tersebut, meskipun mendatangi daerah terpencil dan terluar bukanlah hal baru baginya, terutama saat Lisa berkarir sebagai Jurnalis. "Subhanallah sekali tim Dompet Dhuafa, sampai sapinya pun naik Ketinting untuk menyeberangi pulau demi meratanya THK ke pelosok!" tambahnya.

Menceritakan pengalaman perjalanannya bersama Dompet Dhuafa, Lisa mendapatkan makna baru dari hari raya kurban tersebut. Ia mengatakan bahwa ia memaknai tiap rincian proses dari perjalanan yang jalankan satu-persatu. Perjuangan perjalanan mencapai lokasi dengan lega, plus sambutan bahagia warga di sana. Kegiatan tim Dompet Dhuafa yang menyadarkannya, ia terpikir di daerah lain yang mungkin lebih sulit dari ini.

"Bahwa kurban itu memang merelakan apa yang kita bagi," ujar Lisa.

Karenanya lagi, di kota-kota besar seperti di Jakarta segala sesuatu kebutuhan sehari-hari dapat dengan mudah didapat, bahkan dengan bantuan pesanan melalui aplikasi teknologi dan keberadaan kebutuhannya, seperti merasakan makan daging yang bisa saja setiap hari. Bahkan masyarakatnya mampu membeli lebih dari satu hewan kurban.

"Perjalanan saya bersama Dompet Dhuafa kali ini benar-benar membuka mata saya bahwa kurban itu harus tepat sasaran. Bukan hanya sekedar mampu membelinya. Saya lihat sendiri di Desa Tatinang. Mereka senang sekali dapat melaksanakan dan merasakan kurban, serta dagingnya yang hanya setahun sekali," ujar Lisa. (Dompet Dhuafa/Dhika Prabowo)