hit counter code


Yanti, Suara Cita Sisi Utara Jakarta (Bagian Satu)

Sosial, | Mon 11/2018 16:45:02
Dompet Dhuafa Post Image
Share

JAKARTA -- “Yanti cuma ingin jadi Dokter, agar bisa sembuhkan adek Yanti yang juga masih bayi. Kasihan kalau lagi sakit demam dan kejang,” Ucap Yanti lirih.

“Dulu itu aku tinggal sama nenek di Indramayu. Berhenti sekolah kelas dua SD, pindah ke Jakarta, dan langsung kerja ini (pengupas kerang). Ya buat bantuin orang tua,” akunya.

Tahun ini adalah periode keempat bagi Yanti (12) bekerja sebagai pengupas kerang di kampung Nelayan wilayah Muara Angke, Jakarta Utara. Setiap hari, Senin hingga Jum’at, Yanti menjalankan rutinitas duduk di antara jutaan kerang yang harus dikupasnya satu-persatu, selama enam hingga delapan jam perharinya.

2018 adalah tahun keempat bagi Yanti, meninggalkan bangku sekolah dasar di kampung halamannya, Indramayu, Jawa Barat. Setiap hari, Senin hingga Jum’at, Yanti tidak lagi menjalankan rutinitas duduk di antara siswa-siswi dan guru dalam kegiatan belajar-mengajar di sekolah yang ia rindukan tiap harinya.

Dengan segala dinamikanya, sisi lain dari wajah ibu kota Jakarta masih menawarkan ragam cerita. Keinginan seorang Yanti masih tinggi untuk dapat sekolah kembali. Juga bagi anak-anak lain di kawasan Muara Angke, Pengasinan, Kelurahan Pluit, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara.

Sejak kecil, anak-anak di kawasan tersebut banyak yang putus sekolah dan kehilangan hak bermainnya sebagai anak. Dengan upah rata-rata Rp 45,000,- per-orang setiap harinya, mereka ikut membantu bekerja sebagai pengupas kerang sejak pagi, siang, bahkan hingga sore.

“Paling banyak aku pernah dapat Rp 60,000,-, Kak,” jelas Yanti, kepada tim Dompet Dhuafa, Selasa (6/11/2018).

Ia mengungkap, bahwa upahnya tersebut diberikan kepada orang tuanya, dibelanjakan untuk barang jualan seperti kerupuk, dan ditabung jika masih ada sisa. “Sekarang tabunganku sudah banyak, ya ada sekitar lima ratus ribuan lah, hehe..,” canda Yanti.

“Sekarang Yanti hanya ikut sekolah paket saja di YRAP (Yayasan Rumpun Anak Pesisir). Yanti biasa ikut sekolah hari Sabtu dan Minggu. Karena kalau hari biasa (Senin hingga Jum’at) Yanti kerja. Setelah pulang kerja, Yanti bantu cuci baju di rumah. Habis itu baru deh sambil baca-baca buku sebelum tidur, sambil mimpi bisa jadi Dokter,” ungkap Yanti, dengan senyum. (Dompet Dhuafa/Dhika Prabowo)