hit counter code


Bekali Materi-materi Kemanusiaan untuk Agen Perdamaian dari 12 Negara

Advokasi, | Mon 12/2018 10:36:41
Dompet Dhuafa Post Image
Share

YOGYAKARTA -- Pada kegiatan yang berlangsung pada 30 November 2018 sampai dengan 4 Desember 2018, dalam membekali peserta membuat project, para narasumber menyajikan materi-materi dan sharing pengalaman terbaiknya. Salah satunya adalah Intan Irani, yang membagikan tips dan trik campaign dengan memanfaatkan sosial media.

“Untuk menciptakan campaign yang menggugah di sosial media khususnya Instagram, tentu yang paling utama adalah visual atau image yang akan kita sajikan. Visual tersebut harus jelas dan nyata secara fotografis maupun pesan. Jadi bukan gambar yang blur atau tidak nyata. Dengan kualitas visual yang baik, dikolaborasikan dengan pesan dan narasi yang kuat, tentu akan mudah menggerakkan orang ikut dalam campaign kita,” jelas Intan.

Kemudian di lain sesi, Pdt. Jonathan Victor Rembeth, selaku Board of Advisory Humanitarian Forum Indonesia, berdasar segudang pengalamnnya, menguatkan motivasi para peserta dalam menjalankan misi atau proyek kemanusiaan. Mengingat banyak peserta yang menanyakan tantangan-tantangan dalam menjalankan proyek tersebut.

“Memang, dalam menjalankan misi kemanusiaan, kita tak boleh memandang dia suku apa, agamanya apa, dan dari bangsa mana? Kita harus murni, menolong, membantu dalam kemanusiaan tersebut. Saat banyak tantangan menghadang, perkuat lagi misi kita, terus coba dan coba lagi untuk menaklukkan tantangan tersebut, hingga akhirnya meraih hasil terbaik sebagai agen perdamaian dalam misi kemanusiaan,” ungkap Pdt. Victor, menanggapi pertanyaan peserta Youth For Peace 2018.

Pada gelaran kali ini, peserta tidak hanya mendapatkan bekal materi untuk proyek-proyek sosial saja. Tetapi setelah pulang ke negara masing-masing, mereka juga akan mendapatkan tugas untuk membuat proyek kemanusiaan sebagai follow up konferensi. Sehingga dapat menjadi agen perdamaian yang turut mengembangkan potensi lokal di negaranya, sebagai salah satu upaya mengurai masalah sosial yang ada.

“Setelah konferensi ini, peserta juga mendapatkan tugas untuk membuat proyek kemanusiaan di negaranya masing-masing. Dari proyek tersebut, nantinya akan ada follow up pembekalan fundrising dan campaign dari apa yang telah mereka susun. Jika mereka berhasil, bukan menutup kemungkinan akan menjadi agen-agen kebaikan dan kemanusiaan Dompet Dhuafa di negara asal dari peserta tersebut,” ungkap Haryo Mojopahit, selaku Manager Advokasi dan Aliansi Strategis Dompet Dhuafa. (Dompet Dhuafa/Taufan YN)