hit counter code


Merajut Cita dalam Pengabdian Sekolah Guru Indonesia

Kesehatan, | Tue 04/2015 14:57:01
Dompet Dhuafa Post Image
Share
febrina Revilani, Relawan guru SGI Dompet Dhuafa

“Bagiku hidup sederhana, saling memberi manfaat dan menjaga harmoni antar sesama makhluk menjadi motto hidup saya”

Febrina Revilani namanya, sudah setahun lamanya mengabdi di Desa Tasikmalaya, Pontianak Kalimantan Barat sebagai relawan Sekolah Guru Indonesia (SGI) Dompet Dhuafa. Di tengah derasnya tawaran berkarir di ibukota, Alumni Jurusan Pendidikan Taekwondo di Univeristas Negeri Yogya (UNY) ini justru mengambil pilihan menjadi relawan pengajar muda di pelosok desa. Berbekal pengalaman menjadi ketua mapala universitas dan juara 1 taekwondo se-Yogyakarta memantapkan hatinya menjadi relawan.

Sejak 2013 silam wanita asal Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) ini menjadi pengajar di SDN 06 Batuampa, tempat dia ditugaskan oleh SGI, mengembangkan pendidikan di sekolah ini. Butuh waktu 45 menit perjalanan setiap harinya untuk sampai di sekolah, dengan membelah sungai Kapuas menggunakan kapal motor kelontong.

Tak hanya menjadi pengajar di SD, ia pun bersama Samiril (kepala desa) menginisiasi pembentukan PAUD yang baru didirikan. Setiap harinya Samiril memantau progress PAUD sekalian mengantar anaknya untuk sekolah SD. Di tengah keterbatasan fasilitas yang dimiliki sekolah, Febrina mempunyai konsep pengajaran yang kreatif agar murid-murid tetap bisa bersaing dengan sekolah lainnya baik akademik atau non akademik.

Salah satu cara kreatif yang dilakukannya yakni dengan berdongeng, menurutnya metode ini memberikan rasa nyaman dengan pendekatan alam sesuai dengan kultur atau kebiasaan masyarakat setempat. Metode ini juga diharapkan siswa memahami alur manfaat proses dalam setiap ilmu pengetahuan yang didapat. Seperti Suharmono, murid kelas 5 SD ini diajarkan menanam cabai dan bayam mulai dari menyiapkan bibit dan tanah, menyiram, memberikan pupuk, sampai membersihkannya.

“Berkolaborasi akan membuat sekolah semakin maju, cara mengajar harus memberikan rasa nyaman, dengan terbiasanya pendekatan alam agar siswa terbiasa mendapatkan pelajaran langsung.” pungkas Febrina

Wanita yang suka beladiri ini berharap, masyarakat sadar akan pentingnya pendidikan agar masa depan mereka bisa lebih baik. (Riandy)

 

Editor: Uyang