hit counter code


Gunung Anak Krakatau Naik Level lll, Tim Respon Gabungan Evakuasi Warga Pulau Sebuku

Kebencanaan, | Mon 12/2018 15:46:45
Dompet Dhuafa Post Image
Share

LAMPUNG SELATAN -- Armada Kapal Republik Indonesia (KRI) Torani - 860 arungi kawasan perairan Selat Sunda menuju Pulau Sebuku, Lampung Selatan, pada Jum’at (28/12/2018). Membersamai TNI AL, Tim Water Rescue Disaster Management Centre (DMC) Dompet Dhuafa bergerak bersama BASARNAS dan relawan kemanusiaan dari lembaga lainnya, mengirimkan bantuan logistik serta mengevakuasi warga Pulau Sebuku, pasca peristiwa Tsunami Selat Sunda pada Sabtu (22/12/2018). Menilik informasi dari BMKG (Kamis, 27/12/2018) terkait meningkatnya aktivitas Gunung Anak Krakatau menjadi Status Siaga (level lll).

KRI Torani berlayar dari Pelabuhan Bakauheni, Lampung, sejak sore hari. Dalam perjalanan tersebut terlihat beberapa kali aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau yang mengeluarkan awan hitam dalam jarak pandang 10 mil dari kapal tersebut.

Melewati cuaca buruk berupa angin kencang dan gelombang tinggi, kapal tersebut dapat bersandar ketika matahari terbenam di pantai Pulau Sebuku, yang berjarak sekitar 500 meter dari pulau tersebut. Warga Sebuku pun menghampiri dengan kapal kayunya. Ketika itulah proses pendistribusian logistik dan evakuasi dimulai.

“Sebanyak 50 jiwa termasuk anak-anak kami evakuasi. Selanjutnya mereka akan dibawa ke pengungsian di Kalianda, Lampung. Mengirimkan bantuan logistik untuk warga yang memilih untuk menetap di sebuku sebanyak 80 jiwa. Mereka tinggal untuk menjaga rumah, lahan pertanian, dan ternaknya,” ungkap Bojek, Tim Water Rescue DMC Dompet Dhuafa.

Salah satu warga terevakuasi, Zaini (35), mengakui jika ia dan sebagian warga cukup resah dengan situasi tersebut. Khususnya pasca Tsunami menghantam Selat Sunda.

“Kami cukup tenang sekarang. Walaupun tidak ada korban di Sebuku akibat tsunami, namun kami khawatir apalagi saat malan tiba. Karena kami tidak tahu apa yang selanjutnya terjadi pada Anak Krakatau dalam waktu dekat ini,” aku Zaini.

Proses evakuasi berlangsung hingga pukul 21.00 WIB, dan KRI Torani melanjutkan berlayar kembali di malam tersebut. Alhamdulillah, KRI Torani - 860 berhasil bersandar di Pelabuhan Bakauheni, Lampung, pada Sabtu (29/12/2018), pukul 01.00 WIB dini hari.

Dalam waktu yang sama, Dompet Dhuafa terus menyusuri lokasi terdampak Tsunami Selat Sunda di Banten, khususnya area yang belum terjamah bantuan dengan akses yang terisolir. (Dompet Dhuafa/Dhika Prabowo)