hit counter code


Terbitlah Cahaya Al Qur’an Di Dusun Kecil Heni Sumampau

Dakwah, | Mon 01/2019 17:04:39
Dompet Dhuafa Post Image
Share

KEPULAUAN SANGIHE -- Sepasang bola mata dari perempuan paruh baya itu memandang lekat-lekat Al-Qur'an, dalam genggamannya. Ayat demi ayat ia baca perlahan-lahan, meskipun bibirnya masih terbata-bata untuk melafalkan huruf hijaiyah. Sementara, ia mangaku akan kerinduan pada kalam Illahi yang membuncah dalam hati sejak mengikrarkan dua kalimat syahadat.

"Saya percaya bahwa nilai-nilai kebaikan itu tertanam pada kalam-Nya," ucap Heni Sumampau.

Ia adalah seorang mualaf dari dusun Moade, salah satu wilayah Kabupaten Kepulauan Sangihe. Pulau tempat ia tinggal merupakan penghujung pulau Sulawesi yang terletak di perbatasan dengan Mindanao, Filipina, dan tepat berada di bibir Samudra Pasifik. Di tanah kelahirannya, warga yang memeluk agama Islam tidak terlalu banyak. Bahkan dapat terbilang sebagai kaum minoritas. Sehingga ia harus berpayah-payah mencari guru ngaji untuk membimbingnya belajar membaca Al-Qur'an.

Kerinduan Heni Sumampau pada ayat suci telah menuai pertemuan dengan Ustadzah Suriyani, dari dusun seberang, yaitu muwajih (pengajar) dalam gerakan Amazing Muslimah Dompet Dhuafa. Suatu program yang diiniasi oleh Peggy Melati Sukma dan dilaksanakan oleh Corps Dai Dompet Dhuafa (Cordofa) untuk membebaskan muslimah Indonesia dari buta huruf Al-Qur'an.

Melalui bimbingan Ustadzah Suriyani, dan berbekal panduan buku Iqra, ia pun mulai memperbaiki makhorijul huruf dan berikhtiar sempurna.

Terkadang Heni Sumampau belajar sampai lupa waktu hingga malam tiba. Ia masih berusaha menirukan bunyi huruf hijaiyah  sesuai dengan arahan Ustadzah Suriyani. Sehingga ia terpaksa harus kembali ke rumah bersama temaram, menelusuri gelap di antara bibir pantai dan rumah-rumah yang terpisah oleh pepohonan. Penglihatan Heni Sumampau hanya bergantung pada lampu sepeda motor yang dikendarainya. Karena di sepanjang jalan tidak ada cahaya penerangan.

Ia bertutur, sepanjang jalan sering bergumam, "semoga Allah memberikan keteguhan iman". Lantaran Sebagai seorang mualaf, ia tidak ingin menjemput hidayah itu sendirian. Lalu dari pintu ke pintu ia kunjungi untuk mengajak mualaf sekitar dusun, agar bersama-sama belajar membaca Al-Qur'an.

Heni Sumampau berkisah, kerap kali rasa bimbang bertandang ketika harus melakukan itu. Mengajak saudara seimannya pada kebaikan, sementara ia masih bersusah payah menjadi hamba Allah yang taat. Namun ia telah bertekad akan menerangi pemukiman kecilnya dengan cahaya Al-Qur'an, supaya mengakar nilai-nilai kebaikan dari kalam-Nya.

Bagi Heni Sumampau, gerakan Amazing Muslimah Dompet Dhuafa adalah pelipur rindu yang memperkenalkan ia dengan ayat suci dan ruang untuk berjumpa bersama saudara seperjuangan. Di sana ia dapat belajar membaca Al-Qur'an secara berkala, dan berkurikulum, serta mendapatkan bimbingan langsung dari muwajih.

Ia percaya kelak akan mampu membaca kalam-nya dengan sempurna dan dapat memahami kandungan kebaikan yang ada di dalam ayat-ayat itu. Ia pun berharap, kelak akan menjadi seorang muslimah yang mempesona di hadapan Allah selayaknya Amazing Muslimah. (Dompet Dhuafa/Rachmat/LPM)