hit counter code


Pesta Literasi, Menyuarakan Kepedulian Terhadap Lingkungan

Pendidikan, | Wed 01/2019 20:15:30
Dompet Dhuafa Post Image
Share

SUMATERA SELATAN -- Dompet Dhuafa melalui Sekolah Literasi Indonesia (SLI) mengajak Forum Lingkar Pena (FLP) Ogan Ilir, mengadakan Pesta Literasi bertajuk kepedulian terhadap lingkungan. Gagasan tema pada acara tersebut ialah “Menumbuhkan Cinta Lingkungan Dengan Kegiatan Literasi.”

Kegiatan tersebut berlokasi di SDN 14 Indralaya Utara, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Kegiatan tersebut juga melibatkan sekolah-sekolah lain yakni, SDN 08 Indralaya Utara, SD Pidua Meranjat, dan MI Syafa’atut Thulab. Sekolah-sekolah di atas merupakan sekolah dampingan dari SLI.

Kegiatan tersebut terdiri dari beberapa lomba, yakni lomba menggambar, menulis surat, dan puisi, yang ditujukan untuk siswa-siswi. Ada juga lomba untuk para guru, yaitu lomba alat peraga atau media pembelajaran.

Desty Rina Purnamasari, selaku Perwakilan Dompet Dhuafa Sumatera Selatan, dan Rahmad Riady, dari FLP Ogan Ilir, sama-sama mengakui pentingnya kecintaan terhadap lingkungan. Hal tersebut juga dimaksudkan agar budaya literasi dapat ditanamkan sejak dini.

Coba lihat laporan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, yang berjudul “Indeks Kualitas Lingkungan Hidup Indonesia 2017.” Terdapat tiga daerah yang memiliki Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) yang rendah, yakni Jakarta (35,78%), Yogyakarta (49,80%) dan Jawa Barat (50,26%). Sedangkan tiga daerah dengan IKLH tertinggi adalah Papua Barat (85,69%), Kalimantan Utara (81,87%), dan Papua (81,47%).

Perlu dipahami data IKLH berdasarkan tiga indikator, yakni Indek Kualitas Air (IKA), Indeks Kualitas Udara (IKU), dan Indeks Kualitas Tutupan Lahan (IKTL). Semakin rendah dari nilai 100, semakin besar upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup yang harus dilakukan. Bagi yang mendekati angka 100%, maka kualitas pengelolaan lingkungan hidupnya harus dijaga agar tidak menurun di tahun mendatang. Baik yang berada di tingkat rendah maupun tinggi, keduanya harus sama-sama mengupayakan pelestarian lingkungan. Tujuannya sama, tapi intensitasnya berbeda.

Melihat data di atas. Maka kegiatan tersebut sangatlah relevan untuk menunjang pelestarian lingkungan yang baik dan sehat. Sebagaimana pendapat salah satu peserta Lomba Alat Peraga.

"Kegiatan SLI sangat bermanfaat. Saya sempat mutasi dari sekolah dampingan SLI sebelumnya, dan ilmu yang saya dapatkan coba saya terapkan. Anak-anak sungguh senang ketika diberi beragam tepukan sebagai alat peraga yang saya dapat dari SLI. Alhamdulillah, saat ini saya berkesempatan untuk bergabung lagi bersama SLI dan mengikuti salah satu lombanya,” jelas Sutrisno, selaku guru SDN 14 Indralaya Utara, peraih juara 1 Lomba Alat Peraga. (Dompet Dhuafa/Fajar)