hit counter code


Deen Camp, Sarana Mendalami Al-Qur’an Sekaligus Bertukar Budaya Di Masjid Al-Madinah

Zona Madina, | Mon 01/2019 17:50:37
Dompet Dhuafa Post Image
Share

BOGOR -- Ada yang berbeda ketika memasuki Masjid Al-Madinah yang berada di wilayah Zona Madina Dompet Dhuafa, Parung, Bogor, Jawa Barat. Kali ini sejumlah anak asal Australia meramaikan masjid dengan mengikuti Deen Camp. Tentunya mereka datang untuk mendalami ilmu-ilmu keislaman.

Para peserta Deen Camp mendapatkan pelajaran menarik tentang Al-Qur’an dan juga ilmu-ilmu Fiqih. Seperti yang sekarang ini terjadi, mereka sedang menghafal sekaligus memahami arti-arti surat Al-Qur’an bersama Ustadz Syahid dan Ustadz Hafizh. Mereka antusias dalam melafalkan ayat-ayat suci Al-Qur’an.

Salah satu usulan Ustadz Syahid agar memudahkan para peserta untuk menghafalkan ayat suci ialah dengan mengulang setiap ayatnya sebanyak tiga kali.

“Coba ulangi sebanyak tiga kali. Dua kali kamu boleh membaca sambil melihat ayatnya. Namun untuk yang ketiga kali, kamu tidak boleh melihat,” ujar Ustadz Syahid, ke salah satu peserta.

Lalu di sore harinya, mereka belajar bersama Ustadz Abdul Ghoni sebagai pemateri fiqih. Ustadz memberikan materi tentang tata cara berwudhu tayamum. Bagi Ustadz, ini merupakan momen menarik mengajarkan tayamum. Selain mampu menambah wawasan mereka tentang keislaman, melalui kegiatan tersebut juga memungkinkan untuk mendapati terjadinya pertukaran budaya.

“Ini sesuatu yang menarik. Karena para peserta memiliki karakteristik yang berbeda dengan siswa-siswi di Indonesia yang biasanya. Apa yang saya temukan di pengajaran hari ini adalah mereka cenderung ekspresif. Ini jarang sekali di Indonesia. Jarang sekali ada murid yang bilang ke pengajarnya, ‘kamu guru yang bagus’ atau ‘you’re the best ustadz’. Begitu juga dengan hal lainnya. Ketika mereka tidak suka terhadap suatu hal, ketidaksukaan tersebut juga ditampakan. Hal ini sesuatu yang bagus, dengan menjadi ekspresif seperti ini, pengajar menjadi tahu kondisi murid. Apakah muridnya tidak senang atau tidak paham tentang materi yang diberikan, dapat dengan mudah ditelaah dari budaya tersebut,” ujar Ustadz Abdul Ghoni.

Pertukaran budaya semacam ini terjadi karena Dompet Dhuafa mengadakan Deen Camp yang dimulai pada 7 Januari hingga 20 Januari. Kegiatan tersebut ditujukan untuk beberapa anak donatur Dompet Dhuafa Australia yang sedang menjalani masa liburannya. Sehingga mereka dapat belajar dan mengetahui budaya Indonesia, serta juga mendalami keislaman. Kegiatan ini dihadiri oleh 11 peserta yang terdiri dari 5 perempuan dan 6 laki-laki, dari usia 10 hingga 19 tahun.

Harapan ke depannya, melalui kegiatan tersebut, mereka menjadi pribadi-pribadi yang baik dan berbudi luhur sesuai dengan apa yang mereka pelajari di Al-Qur’an, dan tidak melupakan pesan-pesan para pengajarnya di kegiatan Deen Camp kali ini. (Dompet Dhuafa/Fajar)