hit counter code


Makasar dan Gowa Banjir Longsor, Dompet Dhuafa Terjunkan Tim Evakuasi

Kebencanaan, | Tue 01/2019 21:17:20
Dompet Dhuafa Post Image
Share

MAKASAR -- Awal tahun, Indonesia kembali dirundung ujian, wilayah Kota Makasar dan Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, diterjang banjir dan longsor pada Selasa (22/1/2019). Curah hujan yang tinggi menjadi penyebabnya. Air sungai yang meluap menerjang pemukiman di sekitarnya. Hujan yang terus menerus juga mengakibatkan tanah longsor di beberapa titik.

Data dari Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan, sejumlah kecamatan terdampak banjir dan longsor. Seperti banjir di Perumahan Gowa Mas Indah, Kelurahan Bonto, dan Desa Borongkaluku Galogoro, Kelurahan Bontoramba, Kecamatan Sumba Opu, yang ketinggian air mencapai 60 Cm. Selain itu, di Perum Nusa Mapala Indah Kelurahan Pangkabinanga, Kecamatan Palangga, ketinggian air mencapai 1,2 Meter atau setinggi leher orang dewasa. Bahkan di Desa Billang, Kecamatan Manuju, Kabupaten Gowa, banjir mengakibatkan beberapa rumah warga terseret.

Selain banjir, bencana tanah longsor juga menyerang beberapa titik di wilayah Makassar dan Gowa. Seperti yang terjadi di Jl. Poros Malino Desa Lonjoboko Kecamatan Parangloe, dimana longsor menutup badan jalan. Hal yang sama juga terjadi di Jl. Dusun Mampua, Desa Datara, Kec. Tompobulu, Jl. Dusun Sarite'ne, Desa Bili-bili Kecamatan Bontomarannu, dan Jl. Dusun Lata Desa Pattallikang Kecamatan Manuju. Longsor juga mengakibatkan lima unit rumah tertimbun di Campagogo Desa Bilanrengi, Kecamatan Parigi. Enam ekor sapi ternak warga dan satu unit mobil juga menjadi korban longsor di Dusun Bontosuro, Desa Bontomanai Kecamatan Bungaya.

Banjir yang terjadi juga mengakibatkan dua jembatan terputus. Salah satunya jembatan penghubung Kecamatan Manuju – Sapaya. Begitu pula dengan Jembatan Dusun Limoa Desa Patalikang, Kecamatan Manuju yang juga terputus.

Tim Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan dan juga Disaster Management Center (DMC) langsung bergerak cepat merespon banjir dan longsor yang terjadi. Evakuasi warga menjadi prioritas tim yang terjun di lapangan. Tim yang sudah terjun dari Selasa pagi, langsung mengevakuasi warga yang masih terjebak di rumahnya dengan menggunakan kapal karet, dan dialihkan ke tempat yang lebih aman.

“Tim sudah turun sejak pagi tadi dan sampai saat ini bentuk responnya adalah evakuasi warga keluar dari rumahnya ke tempat yang aman,” jelas Rahmat MH, selaku Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa cabang Sulawesi Selatan yang langsung terjun ke lapangan membantu evakuasi.

Selain itu, tim medis juga diterjunkan untuk menangani korban yang terluka. Dompet Dhuafa juga menyediakan armada ambulance untuk mengevakuasi korban yang mengalami luka dan memerlukan penanganan medis lebih lanjut.

“Selain melakukan evakuasi, tim Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan juga menyiapkan ambulance untuk membawa korban banjir ke klinik untuk penanganan medis,” tambah Rahmat. (Dompet Dhuafa/Zul)