hit counter code


Terima Beasiswa Jamkrindo Syariah, Bulan pun Tak Jadi Putus Sekolah

Pendidikan, | Thu 01/2019 20:22:32
Dompet Dhuafa Post Image
Share

DEPOK -- "Alhamdulillah mas, bersyukur banget anak saya dapat beasiswa ini. Saya bisa tenang setahun kedepan," terang Sri Mulyati, perempuan tiga anak yang baru saja menyaksikan putrinya menerima beasiswa pendidikan dari Jamkrindo Syariah. Selama setahun kedepan, atau dua semester, biaya pendidikan anak Sri Mulyati ditanggung sepenuhnya oleh Jamkrindo Syariah.

Anaknya, Sribulan (11) merupakan siswi kelas 5 MI Al Islamiyyah Depok. Sribulan, dapat dibilang anak yang pintar, sejak kelas 1, Sribulan selalu mendapat rangking, minimal peringkat dua di kelas, setiap tahunnya.

"Anak saya alhamdulillah pintar mas, dari kelas satu rangking terus, paling jelek rangking dua," terang Sri Mulyati, bangga.

Namun, Bulan, begitu anaknya sering disapa, terancam tidak dapat melanjutkan pendidikannya. Tak lain lantaran beratnya biaya sekolah. Bukan tanpa alasan juga kondisi Bulan seperti itu, ibunya, Sri Mulyati merupakan janda, yang harus menghidupi tiga anaknya seorang diri. Biaya pendidikan Bulan cukup memberatkan Sri Mulyati. Bulan pun terancam putus sekolah, lantaran menunggak biaya sekolah.

Bahagia bukan kepalang, ketika mengetahui anaknya masuk menjadi salah satu dari 40 anak yang terpilih sebagai penerima manfaat beasiswa pendidikan yatim dhuafa Jamkrindo Syariah. Bulan bisa lebih tenang belajar, tanpa harus takut putus sekolah karena kurang biaya. Dengan beasiswa tersebut, Sri Mulyati juga bisa lebih fokus menghidupi dua anaknya yang lain.

Beasiswa pendidikan Yatim Dhuafa merupakan progam beasiswa hasil kerja sama antara Dompet Dhuafa dengan Jamkrindo Syariah. Menyasar kepada 40 siswa yatim di 17 sekolah dasar, di wilayah Jabodetabek. Ini sebagai bentuk kepedulian kedua lembaga untuk memberikan akses pendidikan kepada anak yatim yang terancam putus sekolah. Diharapkan dengan diadakannya beasiswa tersebut, dapat menekan angka putus sekolah, terutama di wilayah Jabodetabek.

"Walau anggaran yang dikeluarkan pemerintah sudah sangat besar, namun angka putus sekolah di Indonesia masih cukup tinggi, yaitu 32.127 pada tahun 2018. Semoga dengan beasiswa tersebut, dapat membuat anak-anak lebih giat belajar untuk mengejar cita-citanya," terang Ahmad Faqih Syarafaddin, selaku Supervisor Social Partnership Dompet Dhuafa. (Dompet Dhuafa/Zul)