hit counter code


Bantuan dari Sahabat Muslim Hongkong untuk Indonesia

Dakwah, | Thu 01/2019 20:21:21
Dompet Dhuafa Post Image
Share

HONG KONG -- Ratusan warga negara Indonesia (WNI) di Hong Kong menghadiri zikir, taushiyah, dan doa bersama untuk bangsa-negara Indonesia dengan tema "Dari Hong Kong untuk Indonesia," yang diselenggarakan oleh Dompet Dhuafa Hongkong, pada Minggu (27/1/2019) di lapangan rumput hijau, Victoria Park Causeway Bay.

Jika merujuk data himpunan www.gov.hk (2016), penduduk muslim paling banyak berasal dari Indonesia. Ada 300.000 muslim di Hongkong, yang terdiri dari orang-orang Indonesia (150.000), Cina (50.000), Pakistan (30.000) dan sisanya dari berbagai belahan dunia lainnya termasuk yang dari Timur Tengah.

Di hadapan para peserta yang sebagian besar merupakan perwakilan berbagai organisasi pekerja migran Indonesia (PMI) di Hong Kong, Imam Baihaqi, selaku Pimpinan Dompet Dhuafa Hong Kong, dalam sambutannya menyatakan bahwa dasar kegiatan ini adalah untuk merajut kembali ukhuwah sesama muslim dan anak bangsa dengan semakin maraknya gaya kehidupan individualistik.

"Boleh berbeda, tapi ukhuwwah tetap dijaga. Apalagi kita sebagai WNI dirantau yang jauh dari keluarga,” ujar Imam.

Lebih jauh lagi, Imam menjelaskan kalau kegiatan ini untuk memperkuat sinergitas yang terjalin antar sesama warga muslim Indonesia, dan diterapkan kepada warga Indonesia lainnya yang sedang merantau di Hong Kong. Hal ini mengingatkan kita, terlepas kepentingan yang mendasari kedatangannya ke sini, kita tidak boleh melupakan negara Indonesia, dan tetap berbakti kepadanya.

"Sebagai Pimpinan cabang yang baru, kami berharap senantiasa terjalin sinergi antara Dompet Dhuafa Hong Kong yang saat ini berusia 15 tahun, dan organisasi-organisai WNI, serta komunitas Hong Kong atau Macau lainnya. Baik dalam program layanan-dakwah, advokasi, dan pemberdayaan. Tujuannya agar apa yang melandasi kita merantau di Hong Kong, tidak hanya mencari pundi-pundi. Namun juga turut dalam syiar Islam, berbagi, dan ikhtiar bersama agar sukses di rantau, tentunya juga mandiri di negeri sendiri,” lanjut Imam.

Kegiatan dilanjutkan dengan motivasi dan berbagi pengalaman melalui "Merawat Asa" bersama Maya Sita Darlina, selaku GM Human Capital Dompet Dhuafa pusat, yang juga seorang psikolog. Kemudian berlanjut dengan taushiyah, zikir, dan doa bersama dua ustadz. Kedua ustadz tersebut adalah Ust. Ahmad Fauzi Qosim, selaku sekretaris Dewan Syariah Dompet Dhuafa, dan Ust. H. Ali Makmun, pendakwah dari perwakilan pekerja migran Indonesia di Hong Kong.

Kegiatan tersebut juga berhasil mengumpulkan donasi sebesar 40.000 HKD atau senilai Rp. 72 Juta yang berasal dari para relawan, dan perwakilan organisasi di sana. Sambil menyampaikan program Ziswaf Course dan Sekolah Daiyah Ulil Albab yang akan dilaksanakan pada Januari - Maret 2019. Program tersebut akan diampu oleh para Dai Cordofa, yang merupakan lanjutan program dari Dompet Dhuafa Hong Kong yang telah bergulir pada 2012 lalu, dalam mensyiarkan dakwah zakat, infaq, sedekah, dan wakaf (Ziswaf), serta kaderisasi Daiyah dari kalangan pekerja migran. (Dompet Dhuafa/Fajar)