hit counter code


Sound of Humanity: Ajakan Kemanusiaan Bagi Millenial Melalui Musik

Sosial, | Fri 02/2019 14:45:19
Dompet Dhuafa Post Image
Share

JAKARTA -- Hari sudah menjadi gelap. Menandakan kegiatan Jakarta Humanity Festival (Jakhumfest) 2019 segera berakhir. Sebagai penutup dari serangkaian kegiatan panjang yang terdiri dari talkshow humanitalk, sharing session, workshop. Malamnya para pengunjung dimanja dengan alunan musik Sound of Humanity. Malam itu, Minggu (27/1/2019) sederet musisi ibu kota silih berganti memeriahkan panggung Jakhumfest 2019. Tak lupa mereka terus mengajak berkontribusi pada kemanusiaan dan lingkungan. Terutama bagi kalangan-kalangan muda sebagai penerus bangsa, sembari menikmati lagu-lagu di Soun of Humanity.

Adapun musisi yang turut memeriahkan kegiatan tersebut ialah Enau, Senar Senja, Hanggini, Chiki Fawzi, dan Pusakata. Enau sebagai pembuka konser Sound of Humanity, membawakan salah satu lagu yang mengangkat tema bahayanya perilaku perundungan. Chiki Fawzi juga menuturkan pengalamannya selama bergelut di dunia aktivis sosial sambil memainkan alat musik accordion-nya dengan lihai. Lalu ditutup oleh lagu Akad dari Pusakata.

“Awalnya Saya memang diajak oleh kawan ke sini. Terus pas dengar Bang Is (Pusakata) mengisi, saya jadi makin tertarik untuk ke sini,” ucap Hafiz (27), salah satu pengunjung.

Kesemua musisi menyanyikan lagu-lagu sambil mengajak para penonton untuk turut serta bergerak dan membantu dalam isu-isu kemanusiaan maupun lingkungan. Mengingat sekarang esensi dalam membantu perlahan-lahan tergerus. Bahkan tergantikan oleh gaya hidup hedonisme yang penuh dengan kalkulasi.

“Berbagi itu bukan kalau kalian punya 10 lalu memberinya dengan 5. Tapi jika kalian memberinya hingga 7 dari 10 tadi. Itulah yang dinamakan berbagi. Karena esensi sebuah berbagi ialah memberi lebih dari apa yang kita punya,” ujar Bang Is.

Diharapkan melalui kegiatan ini menambah semangat pemuda-pemudi untuk ikut serta membantu kawan-kawan kita yang terkena musibah atau kurang mampu.

“Ayolah kita sama-sama bekerja sama dengan Dompet Dhuafa utuk meringankan beban orang-orang yang membutuhkan. Kebanyakan millenial itu males-males. Mereka kadang suka abai terhadap kegiatan-kegiatan semacam ini,” tutup Hafiz. (Dompet Dhuafa/Fajar)