hit counter code


Pancasila in Action, Kolaborasi Kemanusiaan Memulihkan Banten

Sosial, | Mon 03/2019 15:52:50
Dompet Dhuafa Post Image
Share

SERANG -- Waktu berlalu semenjak kejadian tsunami di Selat Sunda melanda pesisir Banten dan Lampung. Banyak korbannya dan tidak sedikit yang kehilangan. Baik kehilangan tempat tinggal, harta benda, mata pencaharian hingga kerabat-kerabat terdekatnya. Tentu jika melihat kondisi terdampak sekarang ini, luka dan duka masih terasa, walaupun kejadian tersebut tidak menimpa kita.

Mengingat hal itu, Dompet Dhuafa Banten bersama Bina Swadaya dan elemen-elemen masyarakat lain yang juga didukung oleh Radio Republik Indonesia (RRI), mengadakan peluncuran program “Pancasila in Action: Banten Bangkit Berdaya” di Kantor RRI Banten, Jl. Lingkar Selatan, Kav.Puri, Ciracas, Kota Serang, Banten (28/2/2019). Program tersebut merupakan upaya untuk memulihkan Banten kembali pasca-tsunami Selat Sunda. Namun untuk melakukannya, membutuhkan kerja sama yang terjalin antar elemen masyarakat. Maka, di sana turut hadir TNI, Polri, PMI, dan BNPB.

“Indonesia ini kental dengan unsur budayanya. Salah satu bukti hal tersebut adalah gotong royong. Karena hal ini yang menjadi alasan mengapa Dompet Dhuafa berdiri. Insyaa Allah, gotong-royong sudah kita lakukan di Banten, sejak tanggap darurat hingga sekarang. Hal tersebut memungkinkan adanya kolaborasi yang dilakukan berbagai pihak. Jadi jangan melihat kalau ini merupakan kehebatan Dompet Dhuafa. Tapi kehebatan kerja sama antar sesama pihak yang peduli terhadap kemanusiaan,” jelas drg.Imam Rulyawan, MARS., Direktur Utama Dompet Dhuafa Filantropi.

Kegiatan dibuka dengan talkshow bertema “Mengukur Semangat Kerelawanan di Banten” dan juga turut menghadirkan berbagai layanan-layanan program Dompet Dhuafa, seperti Bengkel Motor Gratis, Dapur Keliling, Layanan Kesehatan Umum dan Mata, serta Donor Darah. Layanan-layanan tersebut memperlihatkan alasan mengapa kegiatan tersebut dinamakan Pancasila in Action. Karena untuk membantu tidak hanya dilakukan oleh sekedar banyak berbicara tapi minim aksi. Banyak berbicara dan bertindak, maka banyak juga manfaat yang dihasilkan.

“Mengapa in action? Karena kalau cuman banyak bicara soal Pancasila saja, tapi tidak ada tindakan itu, sama saja bohong. Mending banyak bicara tapi juga banyak bertindak,” ujar Parni Hadi, selaku Inisiator, Pendiri, dan Ketua Dewan Pembina Dompet Dhuafa.

Selain itu, di kegiatan tersebut juga diberikannya bantuan secara simbolis yang disalurkan melalui Dompet Dhuafa, Bina Swadaya, dan RRI. Bantuan-bantuan tersebut adalah pembangunan mushala, program jaminan makan bulanan, program 3.000 sembako. Selaras dengan itu, pihak RRI juga berkomitmen untuk terus mengudarakan kondisi terkini di Banten hingga masyarakat tahu, sudah sejauh mana dampak bantuan terhadap penyintas-penyintas di Banten.

“Mengapa kita harus di sini dan apa yang harus dilakukan? Tentu kita masih ingat dengan bencana yang menimpa Banten pada Desember lalu, meninggalkan dampak yang besar. Sekarang berkat sinergi dari berbagai pihak, kita mampu mengembalikan kondisi masyarakat Banten. Dengan ini, kami akan menyuarakan terus kondisi Banten hingga bangkit kembali seutuhnya,” terang Enderiman Butar Butar, Kepala Stasiun RRI Banten.

Lalu acara ditutup dengan penandatanganan komitmen bersama dari berbagai elemen masyarakat yaitu Dompet Dhuafa, Bina Swadaya, dan RRI. Kemudian juga pihak-pihak lain seperti Sekda Provinsi Banten, Direktur Kabar Banten, Kepala Dinas Pariwisata Banten, perwakilan dari Kapolda Banten, dan Danrem Provinsi Banten.

“Terima kasih sebesar-besarnya kami siap berkolaborasi untuk pemulihan Banten. Baik dengan media RRI ataupun Dompet Dhuafa. Bahkan siapapun. Dengan demikian insyaa Allah pemulihan Banten dapat terselesaikan dengan sempurna,” tutup Ino S.Rawita, selaku Sekda Provinsi Banten. (Dompet Dhuafa/Fajar)