hit counter code


Tim Dompet Dhuafa Respon Cepat dan Layani Pengungsi Di Banjir Jawa Timur

Kebencanaan, | Sat 03/2019 20:23:35
Dompet Dhuafa Post Image
Share

MADIUN -- Intensitas hujan tinggi pada periode seminggu terakhir, mengakibatkan banjir di sepanjang Pulau Jawa. Puncaknya pada Kamis (7/3/2019), dimana banjir menerjang di setiap sudut Pulu Jawa. Provinsi Jawa Timur, menjadi wilayah terdampak parah dari cuaca buruk yang terjadi. Setidaknya 15 kabupaten di wilayah Jawa Timur, terdampak banjir. Kabupaten Madiun menjadi wilayah paling parah, dengan delapan kecamatan dan 39 desa terdampak. Setidaknya 176.288 jiwa harus bekerja keras melawan dampak yang ada.

Ke-15 kabupaten terdampak di antaranya adalah Kabupaten Pacitan, Magetan, Madiun, Ngajuk, Kediri, Lamongan, Tuban, Gresik, Sidoarjo, Probolinggo, Blitar, Trenggalek, Ponorogo, Bojonegoro, dan Ngawi. Kebanyakan banjir lantaran luapan dari sungai besar di wilayah masing-masing. Termasuk di antaranya yang masuk di aliran Sungai Bengawan Solo.

Kabupaten Lamongan semisal, akibat luapan Sungai Bengawan Solo, sembilan desa di tiga kecamatan yaitu Kecamatan Laren, Maduran, dan Babad, terendam banjir. Sedangkan di Kabupaten Magetan, setidaknya 284 rumah penduduk di wilayah Desa Ngelang, Kecamatan Kutoharjo terendam banjir hingga ketinggian 125 cm. Selain itu, di Kabupaten Kediri, banjir juga merendam Sekolah Dasar Negeri Gembolan 1, setinggi 30-50 Cm. Mengakibatkan kegiatan belajar mengajar terpaksa berhenti. Banjir juga memakan korban jiwa di Kabupaten Probolinggo.

Dompet Dhuafa Jawa Timur langsung bergerak cepat merespon bencana banjir yang terjadi. Pada Jumat (8/3/2019), Regu SAR Dompet Dhuafa terjun mengevakuasi penduduk terdampak di Desa Garon, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun. Selain itu, tim juga mendistribusikan logistik berupa makanan dan air mineral. Pakaian layak pakai juga didistribusikan kepada para korban di Desa Wonoayu, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun. Untuk mengantisispasi kesehatan para korban dan relawan, Dompet Dhuafa juga menyiagakan dua ambulance siaga.

Mengingat curah hujan yang masih belum menentu, para pengungsi masih membutuhkan sejumlah kebutuhan dari bantuan, untuk bertahan di pengungsian. Pakaian, selimut, dan air mineral, menjadi kebutuhan yang paling ditunggu masyarakat di pengungsian untuk saat ini. Selain itu, perlengkapan bayi dan tikar juga dibutuhkan para pengungsi. Kondisi pengungsian yang tidak menentu dan curah hujan tinggi juga mengancam kesehatan para korban. Oleh karena itu, kebutuhan akan obat-obatan turut disiapkan. (Dompet Dhuafa/Zul)