hit counter code


Lewat Pertanian, Dompet Dhuafa Tumbuh Bersama Membangun Kemandirian

Kesehatan, | Tue 04/2015 12:10:40
Dompet Dhuafa Post Image
Share

Membangun kemandirian untuk mensejahterakan kaum dhuafa memang bukanlah hal yang mudah. Butuh proses panjang dan dukungan penuh dari berbagai pihak, agar tujuan meningkatkan derajat dan martabat kaum marginal dapat terwujud dan mampu menikmati kesejahteraan dalam berbagai sektor baik ekonomi, kesehatan, pendidikan, sosial, dan lain sebagainya.

Sektor ekonomi menjadi sentra yang begitu berpengaruh dalam menunjang kesejahteraan masyarakat khususnya dalam hal kedaulatan pangan. Berbicara kedaulatan pangan, pertanian menjadi salah satu objek vital yang sering diperbincangkan, mengingat pertanian sendiri merupakan aset pangan nasional bagi kesejahteraan bangsa ini.

Sejak zaman kolonial, sektor pertanian dan perkebunan menjadi pilar utama dalam pembentukan ekonomi sosial masyarakat. Di mana, hingga kini masyarakat yang hidup di wilayah pedesaan sebagian besar bermatapencaharian sebagai petani. Sehingga, sektor ini pun memiliki peranan penting dan terus dikembangkan di Indonesia.

Namun permasalahannya, sektor pertanian di negara ini masih memiliki problematika yang belum bisa terselesaikan hingga kini. Persoalan klasik masih menjadi faktor utama yang pada akhirnya akan menghambat produktivitas beras nasional.

 Persoalan klasik yang pertama adalah konversi lahan (pertanian) yang terjadi setiap tahunnya di berbagai wilayah di Indonesia. Kedua, minimnya minat generasi muda di pedesaan terhadap kegiatan pengembangan pertanian. Bila kedua hal ini tak mampu teratasi, mungkin 10 tahun ke depan kedaulatan pangan di negeri ini akan semakin terancam.

Sebagai upaya membantu pemerintah dalam mewujudkan kedaulatan pangan di negeri ini, Dompet Dhuafa sebagai salah satu lembaga kemanusiaan yang lebih dari 20 tahun bergerak dalam bidang pemberdayaan pun berusaha merealisasikan kedaulatan pangan melalui Program Pertanian Sehat Indonesia (PSI).

PSI sendiri merupakan program yang berfokus pada pengembangan program pertanian sehat secara aplikatif melalui program pendampingan (pemberdayaan) masyarakat petani kecil dan pemasaran produk-produk pertanian ramah lingkungan. Berbagai program pemberdayaan pertanian pun telah digulirkan diantaranya Bank Benih, Klaster Mandiri, Lumbung Desa, Pemulihan Ekonomi, dan Pemberdayaan Petani Sehat.

Melalui Pertanian Sehat Indonesia (PSI), Dompet Dhuafa menginisiasi Program Bank Benih di Kasepuhan Sinar Resmi, Desa Sirna Resmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Di mana pada program pemberdayaan tersebut, Dompet Dhuafa mendampingi masyarakat Kasepuhan dalam melakukan pendataan 60 benih lokal, hingga membukakan lahan khusus untuk penanaman benih. Tidak hanya lahan, kini Dompet Dhuafa telah mendirikan 3 unit leuit (lumbung padi) yang dijadikan sebagai tempat penyimpanan padi.

“Kalo ini sampai hilang (varietas padi), apalagi bila sampai dimiliki oleh pihak asing, maka ini akan jadi miliki asing. Untuk itu, lewat Bank Benih dan Agrobudaya kita harus berusaha untuk mempatenkan jenis padi ini,” ujar Parni Hadi, Dewan Pembina Dompet Dhuafa, saat peresmian Program Agrobudaya, di Kasepuhan Sinar Resmi, beberapa waktu lalu.

Parni menuturkan, budaya tidak bisa dilepaskan dengan kearifan lokal yang ada, seperti halnya bercocok tanam, dan memiliki tradisi dari leluhur yang dipercaya hingga sekarang. Dengan demikian, sebagai makhluk yang beradab, setiap orang harus menghargai hal tersebut, karena itu merupakan bagian kultur yang sudah diwarisi adat setempat.

“Kita melestarikan bukan hanya diawetkan saja, tapi kita juga harus jaga keseimbangan adat istiadat di kasepuhan antara perkembangan teknologi yang baru yang semakin berkembang ” pesannya.

Di lahan seluas 7200 meter persegi, Dompet Dhuafa memulai pelestarian benih lokal di Kasepuhan Sinar Resmi. Sebanyak 9 jenis padi pun sudah mulai ditanam di antaranya, Sri Kuning, Pare Salak, Raja Denok, Cere Kawat, Balintung.

Melihat programoprogram pemberdayaan yang digulirkan Dompet Dhuafa dalam sektor pertanian, sudah seharusnya berbagai aspek kalangan masyarakat dan pemerintah untuk tumbuh bersama Dompet Dhuafa mewujudkan kemandirian demi kadaulatan pangan negeri ini. Mari, bersatu wujudkan kemandirian, tumbuh bersama program-program pemberdayaan Dompet Dhuafa demi kemaslahatan umat. (uyang)