hit counter code


Kolaborasi LAZ BDI PHKT dengan Dompet Dhuafa Kalimantan Timur dalam Program Pedagang Tangguh

Ekonomi, | Thu 04/2019 18:15:41
Dompet Dhuafa Post Image
Share

BALIKPAPAN -- LAZ BDI PHKT bersama Dompet Dhuafa Kalimantan Timur, kembali menggencarkan program “Pedagang Tangguh.” Dengan konsep pemberian pinjaman modal usaha tanpa bunga bersistem Al-Qodrul Hasan. Di mana pedagang kecil sebagai penerima manfaat akan diberi komitmen untuk mencicil sesuai dengan besaran pinjaman selama setahun. Cicilan tersebut nantinya akan bergulir kembali kepada penerima manfaat selanjutnya. Sehingga manfaatnya akan bertambah luas.

“Pedagang Tangguh merupakan program ekonomi produktif yang dikhususkan untuk meningkatkan pendampingan bagi pedagang-pedagang mikro, dengan memberikan bantuan modal usaha atau rombong sesuai kebutuhan. Kemudian juga ada tahapan sistem pendampingan secara berkelompok. Sehingga memudahkan usaha mereka tumbuh dan berkembang, serta diharapkan terhindar dari ketergantungan rentenir,” ujar Rahmat, selaku Koordinator Program Dompet Dhuafa Kalimantan Timur.

Sebelumnya program tersebut telah bergulir di 2018 bersama Laznas Chevron Balikpapan yang sekarang sudah berganti namanya menjadi LAZ BDI PHKT. Kali ini masih bersama dengan LAZ BDI PHKT.

“Alhamdulillah sudah ada sekitar 22 penerima manfaat, yakni 15 di 2018 dan di 2019 ada 7, hingga kini masih ada yang lain, namun masih dalam proses assesment. Sebut saja Sapriansyah yang menjadi penerima manfaat, mengucapkan banyak terimakasih kepada Dompet Dhuafa Kalimantan Timur berkat dampingannya usaha Salomenya yang kini berjalan dengan baik dan lancar. Melalui pendapatannya sehari-hari bisa memenuhi biaya pendidikan dan kebutuhan keluarga. Kemudian ada Dini yang mendapatkan bantuan etalase dan uang tunai untuk jualan kue. Beliau salah satu mustahik yang kami bantu, karena latar belakangnya dari keluarga yang kurang mampu dan hanya memiliki modal usaha yang terbatas. Namun, ia memiliki potensi dalam membuat kue dan aneka gorengan,” lanjut Rahmat.

Program tersebut diinisiasi oleh kekhawatiran tentang pedagang-pedagang kecil yang memiliki potensi untuk mengembangkan usahanya lebih baik, stabil dan berkelanjutan. Namun terkendala oleh minimnya suntikan modal dan juga tidak sedikit dari mereka, terlilit hutang dari pihak-pihak rentenir.

“Program tersebut dilatarbelakangi atas banyaknya dari mereka terjerat riba (rentenir). Mereka juga terbatas modal usaha dalam mengembangkan
usaha. Banyak di antara mereka bahkan mengajukan permohonan secara langsung ke Dompet Dhuafa Kalimantan Timur. Sehingga kami kuatkan program berupa pendampingan pedagang,” jelas Rahmat.

Rencana ke depan nanti akan terus bergulir program tersebut dan program-program lainnya untuk membantu kawan-kawan dhuafa. Dompet Dhuafa Kalimantan Timur terbuka dan terus mengajak lembaga-lembaga lainnya yang ingin berkolaborasi.

“Program tersebut akan terus bergulir dengan mengajak lembaga-lembaga yang peduli. Terutama kepeduian dalam membantu meningkatkan perekonomian para mustahik,” tutup Rahmat. (Dompet Dhuafa/Kaltim/Fajar)