hit counter code


Workhsop Pendidikan Seksualitas pada Anak: Peran Vital Orang Tua

Kesehatan, | Mon 07/2014 16:09:11
Dompet Dhuafa Post Image
Share

BOGOR- Kasus pelecehan terhadap anak yang belakangan marak terjadi memunculkan kekhawatiran dan ketakutan orang tua . Namun, semua kekhawatiran itu bisa disikapi dengan bijak oleh para orang tua. Pasalnya, orang tua berperan vital dalam menumbuhkan pendidikan seksualitas pada anak.

Hal tersebut diungkap Psikologi Forensik Reza Indragiri Amriel saat mengisi acara Workshop Sehari Pendidikan Seksualitas pada Anak dengan mengusung tema “Generasi Cemerlang, Move On Pendidikan Indonesia” yang digelar Dompet Dhuafa, Jumat (9/5)di Bumi Pengembangan Insani, Bogor. Menurutnya, salah satu peran orang tua adalah mendidik dan mengarahkan anak agar mengenali dan menjaga tubuh dengan baik.

“Harusnya para orang tua dengan sungguh-sungguh menjaga dan menanamkan bagian tubuh mana yang termasuk zona terlarang yang harus dilindungi, jangan malah diekspos,” ujarnya.

Ia menambahkan, orangtua juga harus berperan menumbuhkan rasa keingintahuan anak terhadap organ-organ reproduksi. Bila anak bertanya tentang hal-hal reproduksi atau yang menyangkut hal-hal sensualitas, maka dijawab dengan sebutan jernih, bukan secara simbolik.

Sementara itu, Arum Puspita Sari, dokter Layanan Kesehatan Cuma-cuma (LKC) Dompet Dhuafa, mengatakan meski seksualitas merupakan kebutuhan biologis yang kodrati, namun pemahaman seksualitas tidak lepas dari konteks sosial budaya yang mengaturnya.

“Jadi kesehatan reproduksi anak-anak harus dijaga dari penglihatan seksualitas dewasa yang sering dilakukan, untuk itu orang tua harus berhati-hati,” paparnya.

Lebih lanjut Arum menerangkan, anak-anak yang menjadi korban kejahatan seksual (pelecehan, kekerasan, dan perkosaan) biasanya akan merasakan dampak berkepanjangan seperti trauma seksual seumur hidup, depresi, rasa bersalah dan kotor, dan infeksi menular. Untuk menyikapi hal tersebut, orang tua mesti melindungi dan mengayomi.

“ Maka, sudah sepatutnya orang tua lebih siaga lagi mengajarkan kesehatan reproduksi pada anak, agar mereka mengerti dan tidak menjadi korban selanjutnya,” jelasnya. (uyang/gie)