hit counter code


SMART Ekselensia Indonesia Wisuda 40 Marjinal di Hari Pendidikan Nasional

Pendidikan, | Mon 05/2019 15:53:22
Dompet Dhuafa Post Image
Share

BOGOR -- SMART Ekselensia Indonesia menyelenggarakan wisuda ke 11 di Zona Madina, Parung, Bogor, pada Kamis (2/4/2019). Sekolah menengah akselerasi berasrama tersebut berhasil meluluskan 40 anak marjinal yang tidak memiliki kesempatan memperoleh pendidikan yang berkualitas karena faktor ekonomi. Anak-anak tersebut berasal dari berbagai daerah dan provinsi di Indonesia, mulai dari Sumatera hingga Papua.

Dengan sistem kredit semester dan berasrama, siswa-siswa SMART berhasil menempuh Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) selama lima tahun. Tiga tahun untuk jenjang SMP dan dua tahun untuk jenjang SMA.

SMART Ekselensia Indonesia adalah salah satu program pendidikan dari Dompet Dhuafa Pendidikan. SMART merupakan bagian dari masyarakat yang memiliki tanggung jawab moral dan komitmen untuk mempersiapkan calon pewaris negeri dengan mengusung visi Menjadi Sekolah Model yang Melahirkan Generasi Berkepribadian Islami, Berjiwa Pemimpin, Mandiri, Berprestasi dan Berdaya Guna.

Dalam sambutannya, Abdul Khalim, General Manager SMART, Memyampaikan, "Dompet Dhuafa Pendidikan bukan hanya mengadakan program sekolah di tingkat menengah saja. Namun banyak juga program untuk pendidikan yang lebih tinggi. Termasuk beasiswa ETOS, Bakti Nusa, dan lainnya. Semua itu tak lain bertujuan untuk mencetak anak-anak bangsa yang smart dan lebih maju, khususnya bagi mereka-mereka yang punya intelegensi tinggi, namun kurang mampu".

Arif Rahmadi Haryono, General Manager Divisi Pendidkan Dompet Dhuafa, juga memyampaikan pesan kepada para wisudawan SMART dalam sambutannya, "Jangan lupakan bahwa teman-teman smart adalah generasi-generasi unggul yang dididik oleh orang-orang unggul. Maka dari itu, jangan pernah pesimis, tebarlah kebermanfaatan kepada banyak orang, berkelanalah ke seluruh penjuru dunia".

Kini seluruh siswa telah mencapai jumlah 175 orang, dikelola oleh 34 guru sekolah dan 6 guru/wali asrama yang merupakan SDM berkualitas dengan latar belakang akademis S1 maupun S2.

Dalam acara wisuda kali ini, tim Tari Saman dan tim musik Ensamble SMART Ekselensia Indonesia turut hadir memeriahkan acara. Tim Musik Ensamble merupakan gabungan dari seluruh kelas dan beberapa alat musik.

July siswanto, Kepala SMP SMART Ekselensia Indonesia mengatakan bahwa ke-40 siswa tersebut berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Orang tua mereka kebanyakan ikut hadir, bahkan yang dari Riau dan Lampung juga turut hadir di wisuda anak mereka. Beliau juga mengungkapkan ada beberapa wali siswa yang tidak hadir, bukan karena mereka tidak mau hadir. Tapi karena jarak yang cukup jauh, juga mempertimbangkan biaya, jadi mereka belum bisa menghadiri wisuda anak-anaknya.

Selain orang tua para wisudawan, para alumni banyak yang menyempatkan hadir guna menyaksikan dan memberi semangat kepada adik-adiknya. Salah satu alumni SMART, Muhammad Rizky Gustama, menceritakan kisahnya kepada kami, "Saat itu saya dapat kabar dari Lembaga Swadaya Ummah, Mitra Dompet Dhuafa di Pekanbaru, bahwa saya diterima untuk sekolah di sini".

Alumni SMART ke-9 periode 2017 tersebut, saat ini duduk di bangku kuliah di kampus IPB, juga mengungkapkan dirinya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada SMART Ekselensia Indonesia yang telah mendidiknya sampai akhirnya bisa terus menempuh pendidikan yang mungkin tidak terpikir sebelumnya.

Sejak kali pertama meluluskan siswa-siswanya, SMART memiliki tradisi meluluskan 100%, dan lulusannya juga 100% masuk di perguruan tinggi negeri terakreditasi A, seperti: ITB, UI, UGM, UNPAD, USU, UNAND, UNDIP, UNIBRAW, UNAIR, ITS, UNHAS, UPI, UNS, dan STAN. Selain itu, siswa SMART banyak yang memenangi olimpiade, baik tingkat kabupaten/kota, provinsi, maupun nasional dan juga ikut aktif dalam ajang internasional.

Dalam kesempatan lain, Andreas Sanjaya, yang juga merupakan alumni SMART menyampaikan dalam sambutannya, di dalam dirinya telah mengalir darah dari donasi-donasi masyarakat dan para dermawan. Ia merasa memiliki tanggung jawab besar kepada masyarakat. Harapan ia nantinya seluruh alumni SMART dapat bermanfaat bagi masyarakat.

Beliau juga melanjutkan, "Hidup kita ini bukan hanya sekedar mengumpulkan list-list keberhasilan. Namun bagaimana kita bersikap setelah berhasil maupun gagal dalam suatu hal," pesan CEO i-Grow tersebut, saat menayangkan list-list kegagalannya. (Dompet Dhuafa/Muthohar)