hit counter code


Semangat Senja Asmah

Kesehatan, | Tue 04/2015 16:14:22
Dompet Dhuafa Post Image
Share

BOGOR – Di kala senja usianya yang telah memasuki 65 tahun, Asmah tidak pernah menyerah untuk tetap memperjuangkan hidup di tengah himpitan ekonomi yang dialami keluarganya. Sang suami yang telah lama sakit dan sudah tidak produktif membuat ia harus bertahan hidup mencari nafkah sendiri demi mendapatkan sesuap nasi.

Penyakit asma yang lama dideritanya pun seakan menjadi tak berarti ketika ia harus berkeliling menjajakan gorengan yang dibuat sendiri ke kampung-kampung, lingkungan sekolah dekat rumah bahkan sampai ke stasiun Bogor dan Jakarta Kota.

“Kini saya hanya tinggal berdua dengan suami, karena anak sudah hidup terpisah,” ungkap Asmah yang kami temui di ruang rawat inap wanita Rumah Sehat terpadu (RST) Dompet Dhuafa (21/4).

Sudah tiga hari Asmah mendapatkan perawatan di RST Dompet Dhuafa, sejak ditangani kedaruratannya di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RST Minggu malam. Bahkan ketika penyakit asmanya kambuh ia pun datang seorang diri tanpa didampingi keluarga.

“Saya sudah terbiasa mengerjakan semua sendirian. Dalam perjalanan ke rumah sakit saya cuma pasrah sambil menahan sakit dada yang sesak,” ucap ibu enam anak ini.

Menjajakan gorengan untuk memenuhi kebutuhan hidup sudah dilakukan Asmah sejak dulu. Penghasilan suami yang ala kadarnya membuat ia harus ikut berjuang menghidupi keluarganya.

“Dari jualan gorengan sampai rengginang di stasiun dan ke kampung-kampung. Alhamdulillah anak ada yang nyampe ke SMA, sekarang si bungsu sudah kerja dan dapat kuliah dengan penghasilannya sendiri,” ungkap warga Bantar Kambing Bogor ini.

Meskipun kadang mendapatkan tambahan dana dari anak-anaknya, namun Asmah tak mau terlena begitu saja. Usia senja tidak membuat Asmah kehilangan semangat untuk bekerja memperjuangkan hidupnya dan tetap setia merawat suami yang membutuhkan kasih sayang dan perhatiannya.

Kini Asmah pun tidak memiliki keinginan yang muluk-muluk. Diberikan nikmat sehat saja ia sudah bersyukur.

“Semoga saya bisa lekas sembuh, dapat berjualan dan beraktivitas lagi,” harapnya.

Selamat Hari Kartini

Semoga semangat serta perjuangan Asmah di kala senja dapat menjadi inspirasi emansipasi wanita masa kini.(RST/tie)