hit counter code


Merajut Asa di Usia Senja

Kesehatan, | Mon 07/2014 16:08:54
Dompet Dhuafa Post Image
Share

Usianya memang tak muda lagi. Perempuan berusia 65 tahun sudah memiliki empat orang cucu. Namun, soal semangat, ia boleh dibilang tak kalah dengan usia muda. Ia bahkan masih produktif menafkahi keempat cucunya tersebut.

Perempuan itu bernama Nunung. Lantaran sejak keempat cucu ditelantarkan orang tuanya, Nunung pun merawat mereka. Dengan menawarkan jasa pijat urut, ia mengais rezeki. Hampir setiap hari berbekal minyak gosok dan seutas kain, Nunung berjalan menawarkan jasa pijat urut di sekitar rumahnya Pondok Petir, Bojong Sari, Depok, Jawa Barat.

Keterbatasan ekonomi yang membelunggu kehidupannya tak membuat ia merasa putus asa. Meski anak-anaknya tak pernah mengunjunginya dan memberikan nafkah untuk empat cucu yang dirawatnya, ia merasa tetap bersyukur.

“Alhamdulillah, saya nggak mau pernah ngeluh. Saya hanya berharap diberi kesehatan oleh Allah agar cucu saya ada yang merawat,” ujar nenek yang murah senyum ini.

Sekalipun anak-anaknya yang telah menelantarkannya, Mak Nunung, demikian ia akrab disapa, tak pernah menaruh dendam. Ia tetap memaafkan dan menerima anak-anaknya bilamana suatu saat datang untuk meminta maaf dan merawat serta menafkahinya beserta cucu-cucunya tersebut.

“Saya nggak pernah dendam, Allah juga nggak suka dengan orang yang pendendam, apalagi dengan anak kandung sendiri, saya masih mau nerima mereka,” ujarnya berkaca-kaca.

Tinggal di rumah yang berukuran kurang lebih 5x5 meter peninggalan suaminya menjadi satu-satunya harta yang ia miliki saat ini. Selama puluhan tahun, Mak Nunung merasa nyaman tinggal di rumah tersebut. Ia merasa bahagia bersama keempat cucunya.

Rasa syukur dan selalu tersenyum menjadi kunci kebahagiaan Mak Nunung agar kehidupan di dalam rumah itu bahagia. Namun, kenyamanannya akhir-akhir ini terusik. Kondisi pintu kamar mandi sudah beberapa bulan lalu rusak. Dinding kamar mandi tersebut juga berlubang dan ditutup triplek tipis, yang suatu saat bisa membahayakan hidupnya dan cucunya.

“Sudah beberapa bulan yang lalu rusak. Saya cuma takut ada ular yang masuk dari lubang, soalnya kemarin cucu saya lihat ada ular yang coba masuk rumah dari lubang itu,” terangnya menjelaskan.

Ia hanya berharap, ada pihak yang mau membantunya untuk memperbaiki kondisi pintu dan dinding dari kamar mandi rumahnya. Menurutnya, banyak pihak yang menawarkan membantu, namun tidak kunjung mewujudkan harapannya tersebut.

“Waktu itu ada orang datang naik mobil nawarin mau bantu, tapi ya cuma nawarin aja, nggak bantu-bantu,” ujarnya berseloroh.

Keinginan Mak Nunung pun terjawab saat tim survei Lembaga Pelayanan Masyarakat (LPM) Dompet Dhuafa datang mengunjungi kediamannya. Setelah disurvei, dua pintu kamar mandi dan dinding yang sudah berlubang tersebut diperbaiki.

“Alhamdulillah, terima kasih Dompet Dhuafa mau membantu saya, saat ini saya benar-benar bahagia dan bisa bersyukur,” ujarnya bersyukur. (uyang/gie)