hit counter code


8 Fakta Transparansi Keuangan Dompet Dhuafa

Pendidikan, | Sat 05/2019 13:48:15
Dompet Dhuafa Post Image
Share

JAKARTA -- Menapaki jejak 25 tahun kedua dalam kancah kemanusiaan, Lembaga Filantropi Islam Dompet Dhuafa, terus menjaga amanah-amanah para donatur dan masyarakat Indonesia. Keterbukaan dalam pengelolaan dana zakat, infak, sedekah dan wakaf (ZISWAF), menjadi kunci keberadaan Dompet Dhuafa hingga saat ini. Ratusan milyar kebaikan para donatur dan masyarakat Indonesia, tentunya Dompet Dhuafa kelola dalam pilar-pilar program di ranah pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial kebencanaan, dakwah dan budaya.

Bukan langkah mudah dalam mengelola ratusan milyar rupiah, buah kebaikan para donatur dan masyarakat Indonesia. Mengingat kepercayaan publik terlahir dari transparansi pengelolaan dana yang terhimpun melalui Dompet Dhuafa. Nah di sini, ada 8 fakta terkait arus pengelolaan keuangan Dompet Dhuafa:

1. Kepercayaan publik merupakan hal penting untuk suatu lembaga. Hal tersebut terbangun salah satunya melalui transparansi, dalam hal ini yang paling penting adalah laporan keuangan.

2. Dompet Dhuafa sangat berhati-hati dalam melakukan pengelolaan keuangan. Karena uang yang dikelola adalah milik umat dan akan dipertanggung jawabkan kepada umat.

3. Oleh karena itu, untuk menjaga transparansi Laporan Keuangan Dompet Dhuafa teraudit sejak tahun pertama berdiri di 1993 oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Amir Abadi Jusuf sampai terakhir oleh KAP PKF. Dalam audit tersebut laporan keuangan selalu mendapat opini WTP (Wajar Tanpa Pengecualian).

4. Dari sisi syariah, penggunaan keuangan di Dompet Dhuafa sudah mengikuti shariah compliance dan di bawah pengawasan Dewan Syariah. Kemudian laporan keuangan Dompet Dhuafa juga telah diaudit syariah oleh Kementerian Agama.

5. Dompet Dhuafa juga menjadi mitra PPATK dari kelompok non-profit organization ketika dilakukan review kepatuhan (compliance) terhadap rezim anti pencucian uang dan pendanaan terorisme yang didasarkan pada 40 rekomendasi FATF di 2018.

Baca Juga : Buka 2019, Dompet Dhuafa Laporkan Kinerja Lembaga

6. Bagian zakat untuk amil sebesar 12.5%. Sementara untuk kebutuhan operasional lainnya di luar amil dapat diambil dari bagian 87.5% sisanya. Namun di kebijakan internal, Dompet Dhuafa tidak mengambil bagian sisa diluar 12.5% tersebut. Melainkan kami ambilkan dari sebagian dana infak, kemanusiaan dan saldo dana terikat lainnya.

7. Termasuk dalam penggunaan dana operasional diantaranya biaya sosialisasi ZIS (fundraising), biaya kepersonaliaan (gaji, tunjangan dan pengembangan kapasitas amil), dan biaya administrasi kantor (sewa gedung, penyusutan kendaraan/peralatan, listrik, telepon, transportasi dll). Kebijakan pencatatan tersebut mengacu kepada PSAK zakat 109.

8. Semua pengelolaan keuangan yang dilakukan Dompet Dhuafa sudah sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk dalam aturan syariah. Dompet Dhuafa juga membuka akses seluas-luasnya kepada masyarakat terkait aktivitas program jika ada yang ingin terlibat secara langsung.

Nah, delapan fakta di atas adalah arus pengelolaan keuangan Dompet Dhuafa dalam menjaga amanah masyarakat. Semoga ikhtiar Dompet Dhuafa dengan dukungan masyarakat tidak akan berhenti. Karena urusan kemiskinan butuh kolaborasi dari banyak pihak.