hit counter code


Masa Tangap Darurat Ditutup, DMC Fokus Ke Recovery

Kebencanaan, | Tue 07/2019 20:17:47
Dompet Dhuafa Post Image
Share

HALMAHERA SELATAN -- Setelah diguncang gempa pada pertengahan Juli lalu, Pemerintah Daerah Halmahera Selatan memutuskan untuk mencabut masa tanggap darurat bencana di wilayah tersebut. Warga pun bisa kembali lagi ke pemukiman. Namun, Dompet Dhuafa tidak berhenti melakukan intervensi kepada para korban. Intervensi yang dilakukan oleh Dompet Dhuafa meliputi masa recovery dan rekontruksi, yaitu pemulihan pasca tanggap darurat. Seperti Psychological First Aid (PFA) yang dilakukan Dompet Dhuafa untuk mengantisipasi trauma kepada para penyintas.

Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa juga fokus pada perbaikan sarana umum, seperti sanitasi dan juga MCK. Terbaru, perbaikan MCK dilakukan di wilayah Desa Gane Luar, Halmahera Selatan. Tidak hanya sampai di situ, DMC juga menyalurkan bantuan logistik perlengkapan bayi dan matras kepada warga.

“Pemerintah daerah menutup masa tanggap darurat gempa Halmahera secara resmi berakhir Minggu, 28 Juli 2019. Di fase rehabilitasi dan rekonstruksi DMC Dompet Dhuafa fokus pada perbaikan sarana sanitasi MCK di wilayah Desa Gane Luar, Halmahera Selatan. Kami juga mendistribusiakan logistik perlengkapan bayi dan matras untuk warga,” terang Erwandi ‘Bojek’ Saputra, dari DMC Dompet Dhuafa.

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, bencana gempa bumi mengguncang wilayah Halmahera Selatan pada 14 Juli 2019. Dengan kekuatan magnitude 7.2 SR gempa susulan juga terjadi setelahnya, sebanyak puluhan kali.

Data terbaru dari DMC Dompet Dhuafa, setidaknya 11 orang dinyatakan meninggal dunia karena gempa tersebut, 129 jiwa lainnya mengalami luka-luka. Sebanyak 2.776 unit rumah rusak, dengan empat jembatan rubuh dan sekitar 86 unit fasilitas umum rusak. Hal tersebut membuat lebih dari 4.000 warga mengungsi. Kerugian yang diakibatkan oleh bencana tersebut ditaksir sebesar Rp. 300 Milliar. Hingga akhirnya tanggap darurat dicabut pada 28 Juli lalu.

“Kerugiannya sekitar Rp 300 miliar, mulai dari rumah, infrastruktur seperti jalan, jembatan, pelabuhan, dermaga, maupun fasilitas umum seperti sekolah, puskesmas, masjid dan gereja,” kata Sekretaris Daerah Kabupaten Halmahera Selatan, Helmi Botutihe, dikutip dari kompas.com. (Dompet Dhuafa/Zul)