hit counter code


Jelajah Kurban: Cerita Pertemuan Artijo dengan Dompet Dhuafa

Kurban, | Sun 08/2019 01:39:37
Dompet Dhuafa Post Image
Share

SITUBONDO -- Sektor peternakan memegang peranan penting bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Berternak memang terlihat sulit, namun tidak bagi yang mengetahui keahliannya. Keahlian pun tidaklah cukup jika tidak didampingi dengan pengalaman yang cukup. Seorang peternak dapat menghasilkan laba begitu tinggi.

Suka dan duka dunia peternakan telah dialami oleh Artijo (40), warga Madura yang menetap di Desa Awar-awar, Kecamatan Asembagus, Situbondo. Ia memulai berternak sejak berusia 26 tahun.

"Saya mulai berternak tahun 2005. Saat itu usia saya berusia 26 tahun," terangnya.

Perjalanannya tidaklah semulus yang dibayangkan. Suka maupun duka dilewatinya secara bertahap. Ia memulai dengan membeli tiga ekor kambing jenis domba kala itu (2005). Dibesarkannya ketiga kambing tersebut hingga siap dikurbankan. Dari hasil penjualannya kemudian dibelikannya lagi 5 ekor kambing untuk diternak kembali.

Pemberian makannya pun masih terbilang konvensional. Tiap sore Artijo harus bolak-balik ke sawah untuk ngarit (motong rerumputan di sawah untuk hewan ternak).

"Dulu saya nyari makanannya masih biasa mas. Ngarit tiap sore ke sawah. Kalau sekarang saya tinggal nunggu aja di kandang," jelasnya.

Di medio 2009, ia mulai melakukan studi banding ke beberapa peternak di Bondowoso hingga ke Banyuwangi. Dari hasil studi bandingnya, ia bertekad untuk merombak ulang kandangnya. Hingga pada 2011, ia memiliki 50 ekor kambing. Ia juga berhasil mencapai penjualan hingga puluhan ekor tiap tahunnya.

Beruntungnya lagi, Artijo bertemu dengan Muhammad Efendi, pendamping program Dompet Dhuafa. Oleh Efendi, Artijo kemudian diajak untuk bermitra dengan THK Dompet Dhuafa. Didampingi oleh Dompet Dhuafa, Artijo beserta 12 peternak lainnya membentuk kelompok ternak bernama 'Kembeng Makmur', berlokasi di RT 01/RW 03 Dusun Timur, Desa Awar-awar, Kecamatan Asembagus, Situbondo, Jawa Timur.

Artijo mengaku, sejak dirinya bermitra dengan Dompet Dhuafa, terjadi peningkatan di berbagai hal, termasuk penjualan. Menurut keterangannya, Kembeng Makmur dapat mencapai penjualan hingga ratusan ekor kambing. Jumlah tersebut belum termasuk penjualan untuk THK Dompet Dhuafa. Menurut rekapan data di Kelompok Ternak Kembeng Makmur, hingga berita ini ditulis, tercatat 640 ekor sudah terjual untuk THK periode 2019 ini. (Dompet Dhuafa /Muthohar)