hit counter code


Taman Ceria, Bangkitkan Kembali Senyum Anak-anak Penyintas Wamena

Kebencanaan, | Thu 10/2019 12:22:22
Dompet Dhuafa Post Image
Share

JAYAPURA -- Senyum perlahan muncul kembali di wajah mungil adik-adik penyintas Wamena. Setelah berusaha menghindari kerusuhan yang tengah berlangsung, para penyintas mengungsi di pos-pos kemanusiaan, salah satunya pos Dompet Dhuafa di Rindam XVII/Cendrawasih, Jayapura, Papua.

Di pos Rindam XVII/Cendrawasih tersebut turut berdiri sebuah taman bermain bagi adik-adik penyintas, berlabel "Taman Ceria". Penamaan tersebut merupakan kependekan dari TempAt aMAN (dari) keCemasan dan ResIko bencanA.

“Taman Ceria tersebut pengembangan dari Sekolah Ceria yang sudah biasa kita hadirkan di pos kebencanaan. Seperti Sekolah Ceria, tempat ini menyediakan alat permainan, belajar sambil bermain, berkesenian, dakwah dan konsep edukasi lainnya,” ujar Eka Suwandi, Kordinator Respon Dompet Dhuafa untuk Wamena, pada Selasa (1/10/2019).

Dengan luas sekitar 8 Meter x 6 Meter, tempat tersebut lengkap dengan beragam sarana bermain anak-anak. Seperti perosotan dan ring basket mini, kolam mandi bola dan masih ada yang lain. Namun tempat tersebut tidak hanya diperuntukan bagi anak-anak saja. Remaja dan orang dewasa boleh mampir ke sana.

“Taman Ceria tidak khusus untuk anak-anak, di situ bisa diisi kegiatan untuk remaja dan dewasa. Melainkan juga sarana untuk program-program pendampingan psikososial bagi penyintas. Jadi tempat tersebut tidak eksklusif "milik" Dompet Dhuafa. Sehingga hanya Dompet Dhuafa saja yang boleh gunakan sarana itu, siapapun atau relawan dari manapun yang mau melakukan kegiatan pendampingan psikososial bisa memanfaatkan sarana tersebut,” lanjut Eka.

Saat ini tim Disaster Mangement Center (DMC) Dompet Dhuafa dan Layanan Kesehatan Cuma-cuma (LKC) Dompet Dhuafa Papua, masih stand by di lokasi. Selain itu juga sinergi dengan berbagai pihak seperti Relawan Jayapura, Remaja Masjid Nurul Iman di Komunitas Ayo Tolong, membuat tempat tersebut semakin meriah dan aman.

Eka Suwandi juga menambahkan kalau “Taman tersebut mengikuti masa (waktu) mengungsi”. Jadi mari bersama-sama bersatu dalam membangun kembali persatuan dan persaudaraan Indonesia. (Dompet Dhuafa/Fajar)