hit counter code


Ajakan Masyarakat Kampung Lorog Hidup Higienis Dengan Mengubah Pola Sanitasi

Kesehatan, | Mon 10/2019 14:05:03
Dompet Dhuafa Post Image
Share

BANTEN -- Warga Kampung Lorog terlihat antusias mengikuti kegiatan pemicuan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) yang diadakan oleh Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa Banten (3/10/2019). Sebanyak 45 warga sekitaran Kampung Lorog, Kelurahan Bendung, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Banten, menghadiri kegiatan tersebut. Mula-mula masyarakat mendapat arahan membuat peta kampung tersebut. Lalu masing-masing warga menandakan lokasi yang biasanya menjadi tempat untuk buang air. Mengejutkannya, ada yang menaruh bubuk di sawah, di selokan, dan di tempat-tempat dekat dengan aliran air mengalir.

“Masih banyaknya warga di Kampung Lorog yang belum punya septic tank dan jamban sesuai standard. Warga Kampung Lorog juga buang air sembarangan, semisal di sawah, di saluran irigasi, atau di kebun-kebun orang. Nah, walaupun sudah buang air di saluran irigasi, air di saluran tersebut, masyarakat masih memanfaatkannya untuk mencuci atau mandi,” jelas Sarah Audy Harun, selaku staff Program Unggulan LKC Dompet Dhuafa Banten, di sela acara tersebut.

Kondisi sanitasi di kampung tersebut cukup memprihatinkan. Ada sekitar 80 rumah dan 125 Kepala Keluarga, serta hanya dua rumah yang memiliki jamban. Meskipun ada sarana Mandi, Cuci, Kakus (MCK) komunal yang terletak di masjid, tapi jumlahnya masih belum sesuai. Sehingga tak heran banyak masyarakat Buang Air Besar Sembarangan (BABS).

“Sebenarnya tidak mahal memasang septic tank yang standard. Cuma kadang mereka yang kurang pengetahuan tentang hal tersebut yang standard itu gimana. Mereka itu mampu membangun rumah semi permanen, ada juga yang punya motor,” terang Sarah.

Mereka mendapatkan edukasi tentang sarana dan pola sanitasi yang sehat dan benar. Karena sebagaimana ucapan Sarah, “Terkadang masih ada aja warga yang belum mau mengubah pola hidup. Karena itu sudah menjadi kebiasaan”.

Program STBM memiliki lima pola agenda, yakni Stop Buang Air Besar Sembarangan (Stop BABS); Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS); Pengelolaan Air Minum-Makanan Rumah Tangga (PAMM RT); Pengelolaan Sampah Rumah Tangga (PS RT); dan Pengelolaan Limbah Cair Rumah Tangga (PLC RT).

“Rencananya kita akan terus berusaha agar masyarakat di Serang bebas dari kebiasaan buang air sembarangan. Setelah masalah buang air sembarangan selesai, tim akan lanjut ke pilar-pilar STBM lainnya,” tambah Sarah.

Sebagai penutup kegiatan, tim LKC Dompet Dhuafa mengajak warga untuk berkomitmen mengubah pola sanitasi mereka. Dengan bergotong-royong membangun jamban sehat di rumah masing-masing secara swadaya dan tim LKC Dompet Dhuafa Banten akan mendapingi proses tersebut.

“Kita memberikan satu kloset jongkok dan dua sak semen. Langkah tersebut untuk memotivasi mereka dalam mengubah pola sanitasi,” tutup Sarah. (Dompet Dhuafa/Fajar)