hit counter code


Berdayakan Kaum Dhuafa, Dengan Program Kesehatan Unggulan

Kesehatan, | Wed 05/2015 14:39:04
Dompet Dhuafa Post Image
Share

Kesehatan menjadi sumber utama kehidupan manusia. Tak hanya sebagai sumber kehidupan, kesehatan juga menjadi bagian dari hulu pembangunan nasional bangsa Indonesia. Di tahun ini, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mencanangkan visi Indonesia Sehat bersinergi dengan berbagai pihak baik pemerintah, lembaga kemanusiaan, dan swasta, demi mewujudkan masyarakat Indonesia yang berbudaya sehat, berdaya, dan produktif.

Arah kebijakan Kemenkes pada 2015 hingga 2019 mendatang, mencangkup beberapa hal di antaranya, penguatan Pelayanan Kesehatan Primer (Primary health care), penerapan pendekatan keberlanjutan pelayanan mengikuti siklus hidup manusia (continuum of care), dan intervensi berbasis resiko kesehatan (health risk) seperti kelompok rentan dan daerah bermasalah kesehatan.

Mendukung visi Indonesia Sehat 2015, Dompet Dhuafa  sebagai lembaga nirlaba milik masyarakat Indonesia yang berkhidmat mengangkat harkat sosial kemanusiaan kaum dhuafa di bidang pengentasan kemiskinan, turut mengambil peran dalam usaha meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Indonesia melalui divisi kesehatan, dengan mencanangkan 5 program unggulan, di antaranya Sanitasi Total Berbasis Masyarakat, Jaring Kesehatan Ibu dan Anak, Anak Indonesia Sehat, Siaga Bencana, dan Kebun Sehat Keluarga.

“Dalam menyusun program-programnya, Dompet Dhuafa melakukan baseline survey di kawasan Layanan Kesehatan Cuma-cuma (LKC). Kami terus berikhtiar melakukan pemerataan pemberdayaan masyarakat dari Sabang sampai Merauke,” ujar Yudha Abadi, General Manager Divisi Kesehatan Dompet Dhuafa. 

Yudha menjelaskan, kelima program unggulan kesehatan memiliki beberapa tujuan utama yang mengarahkan masyarakat dhuafa agar selalu menerapkan paradigma hidup sehat dalam kehidupannya sehari-hari, guna mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang optimal. Tujuan tersebut di antaranya, membangun akses sanitasi masyarakat (universal acces), menggerakkan masyarakat dalam pemanfaatan potensi sanitasinya, membentuk sistem pencegahan kekurangan gizi ibu berbasis komunitas.

Lebih lanjut, Yudha menjelaskan, tujuan selanjutnya, membangun kemitraan di tingkat daerah dan pusat untuk pemberdayaaan masyarakat bidang kesehatan ibu dan anak, membentuk jejaring rujukan kesehatan ibu, aktivitas UKS sebagai katalisator kesehatan bagi anak sekolah, membangun komunitas siaga yang dapat menjadi relawan dalam mengintervensi kegawat daruratan, menciptakan budaya siaga bencana di berbagai lintas, dan membentuk kelompok masyarakat yang mendukung program.

“Tentunya Dompet Dhuafa mengharapkan, realisasi program kesehatan ini mampu membantu program pemerintah ke depan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan khususnya dalam hal kesehatan,” harapnya. (uyang)