hit counter code


Usai Berlari, Pasutri Datangi Booth Dompet Dhuafa untuk Berdonasi

Sosial, | Mon 10/2019 16:58:06
Dompet Dhuafa Post Image
Share

JAKARTA -- Usai menempuh jarak lari sejauh 5 kilo meter dalam ajang Electric Jakarta Marathon 2019 di Jakarta, Minggu (27/10/2019), pasangan suami istri Ismail (55) dan Ani (54) mendatangi booth Dompet Dhuafa. Booth yang berada di kawasan GBK, mereka sambangi guna menyalurkan donasi untuk sepatu dan peralatan sekolah. Sepatu dan peralatan sekolah tersebut nantinya akan disalurkan kepada anak-anak di daerah perdalaman.

Ismail mengatakan, anak-anak sekolah yang ada di daerah-daerah pelosok dan juga daerah bencana, tentu sangat membutuhkan uluran tangan berupa sepatu dan peralatan tulis. Menurutnya, pendidikan adalah nomor satu bagi anak-anak usia sekolah.

Istrinya, Ani, menambahkan bahwa mereka sangat ingin berkontribusi banyak bagi pendidikan anak-anak di pelosok-pelosok. Namun apa daya, di usianya saat ini, sudah susah mewujudkan hal tersebut. Diakuinya, melihat pemuda-pemuda insan Dompet Dhuafa yang begitu aktif melakukan hal-hal positif bagi anak-anak sekolah, Ani ingin kembali mengulang masa mudanya.

“Usia seperti kami ini sudah susah untuk berkontribusi banyak terhadap pendidikan anak di pelosok. Yang kami lakukan adalah mempercayakan tugas dan amanah ini kepada pemuda-pemuda yang ada di Dompet Dhuafa. Saya pribadi percaya betul dengan program-program Dompet Dhuafa. Termasuk Shoecial Movement,” ungkapnya.

Selain itu, Ismail dan Ani berharap masyarakat lainnya juga turut serta mewujudkan program Shoecial Movement. Termasuk para pelari, baik pelari marathon, pelari cepat, atau pelari lainnya.

“Masak iya kita di sini asik-asikan marathon, gengsi-gengsian sepatu, sedangkan anak-anak di pelosok sana untuk berangkat sekolah saja kadang harus gantian sama kakaknya. Kadang malah ada yang ngga pake sepatu. Kalo di sini kan enak semuanya aspal, ubin, marmer. Kalau di sana kan cabang-cabang pohon, batu-batuan, duri-duri tumbuhan masih berserakan dimana-mana. Fasilitas juga minim,” tutup Ismail.

Melanjutkan apa yang diungkapkan Ismail dan Ani, dari pihak Dompet Dhuafa, Akbar Saddam menyebutkan tentang apa itu Shoecial Movement.

“Sebagai bentuk kepedulian atas situasi dan kondisi yang dialami masyarakat kurang beruntung, khususnya di sekolah-sekolah pedalaman. Dompet Dhuafa mengajak seluruh lapisan masyarakat turut serta mengatasi salah satu dari berbagai masalah kemiskinan dan pendidikan anak. Yaitu melalui program Shoecial Movement dengan berdonasi sepatu dan alat tulis untuk mereka. Selain itu Dompet Dhuafa memberikan opsi lain berupa donasi uang tunai sejumlah Rp. 200 ribu, untuk dikonversikan menjadi sepatu dan alat tulis,” jelasnya.

Sedangkan untuk target, Akbar tidak menyebutkan adanya target pasti untuk jumlah, hal itu karena program Shoecial Movement akan terus berlangsung setiap tahun.

“Ini sudah yang kelima kalinya Shoecial Movement hadir di Jakarta Marathon. Targetnya ya sampai seluruh anak-anak Indonesia sekolahnya pakai sepatu dan peralatan tulis yang memadai,” lanjutnya.

Namun untuk target lokasi, Akbar menyebutkan ada beberapa daerah yang menjadi fokus saat ini. Daerah-daerah tersebut di antaranya Riau, Banten, Kalimatan Timur, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan dan Jawa Barat. (Dompet Dhuafa/Muthohar)