hit counter code


Di Langkat, Dompet Dhuafa Distribusikan Bantuan Logistik Bagi Pengungsi Rohingya

Kesehatan, | Mon 05/2015 09:44:48
Dompet Dhuafa Post Image
Share

Tim DMC Dompet Dhuafa Waspada saat mendistribusikan bantuan logistik makanan dan obat-obatan bagi pengungsi Rohingya, di posko pengungsian Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. (Foto: Dompet Dhuafa)

LANGKAT- Dompet Dhuafa melalui Tim Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa Waspada mendistribusikan bantuan logistik bahan makanan. Bantuan logistik tersebut terdiri dari beras, susu, sayur, telur dan air mineral, yang ditujukan bagi pengungsi Rohingya di posko pengungsian, Gedung Serbaguna, Kecamatan Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Sabtu (16/5).

Asep Beny, Direktur DMC Dompet Dhuafa menyampaikan, selain kebutuhan logistik, Tim DMC Dompet Dhuafa Waspada pun menggulirkan bantuan berupa obat-obatan, yang juga merupakan kebutuhan utama bagi para pengungsi.

“Sejak pukul 12 siang tadi, tim langsung berkoordinasi dengan pihak setempat. Selain distribusi kebutuhan logistik dan obat-obatan, tim pun siap membantu dalam membuat dan pemenuhan kebutuhan dapur umum,” ujarnya melalui pesan WhatsApp, pada Sabtu (16/5).

Hampir sepekan sudah, ratusan pengungsi Rohingya terdampar di wilayah perairan Aceh dan Sumatera Utara. Informasi yang diterima tim Dompet Dhuafa Waspada (Sumut) pada Jumat (15/5),  sedikitnya 95 pengungsi Rohingya yang terdiri dari 51 warga asal Myanmar di antaranya 8 wanita, 2 anak, 41 pria dan 44 warga Bangladesh di antaranya 35 pria, 9 masih menjalani perawatan di rumah sakit, dikarenakan mengalami sesak nafas, dan daya tahan tubuh melemah.

“Pengungsi Rohingya sudah beberapa hari tidak makan, akibatnya mereka lemas dan harus dirujuk ke rumah sakit. Selain itu, untuk sementara waktu, para pengungsi berada di posko gedung serbaguna Kecamatan Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara,” ujar Syahrul, Koordinator Dompet Dhuafa Waspada, melalui pesan WhatsApp.

Mengutip informasi dari BBC Indonesia pada Jumat (15/5),  badan PBB yang mengurus pengungsi (UNHCR) masih mendata para pengungsi dan mulai mengidentifikasi apakah mereka merupakan pencari suaka atau pengungsi. Kedatangan pengungsi yang berjumlah hampir 600 orang ini menambah jumlah pengungsi dan pencari suaka di Indonesia yang menurut data UNHCR mencapai 10 ribu orang.

Sejak Jumat malam (15/5), tim respon Dompet Dhuafa Waspada pun sudah mulai bergerak ke pengungsian yang berada di Kabupaten Langkat Sumatera Utara, untuk meninjau langsung kondisi pengungsi Rohingya yang terdampar di wilayah tersebut. (uyang)