hit counter code


Manfaatkan Kekayaan dan Kearifan Lokal, Dompet Dhuafa Luncurkan Masjid Panggung Cordofa

Dakwah, | Fri 11/2019 19:18:55
Dompet Dhuafa Post Image
Share

JAKARTA -- Inisiator, Pendiri dan Pembina Dompet Dhuafa, Parni Hadi, meresmikan berdirinya Masjid Panggung Cordofa pada Jumat (8/11/2019). Tepat sebelum shalat jumat, pemotongan pita dan penandatanganan plakat menandai peresmian masjid yang seratus persen terbuat dari kayu tersebut. Selain menjadi tempat ibadah, kehadiran Masjid Panggung Cordofa dengan model panggung, mengandung filosofi tersendiri. Menghargai alam dan melestarikan kearifan lokal, menjadi salah satu nilai yang terkandung di balik kemegahan bangunan tersebut.

“Sudah menjadi budaya turun menurun, kalau rumah di Indonesia itu menggunakan model panggung, kita lestarikan budaya bangsa melalui masjid tersebut. Kita juga ingin memberikan pembelajaran membuat kelestarian lingkungan, agar masyarakat tidak menebang pohon sembarangan,” terang Parni Hadi.

Kehadiran masjid tersebut menjadi oase peribadatan di wilayah sekitar Philanthropy Building, Dompet Dhuafa. Masjid Panggung Cordofa diproyeksikan menjadi sarana ibadah bagi para amil Dompet Dhuafa dan pusat kegiatan lainya. Namun, seperti halnya masjid yang merupakan milik umat, Masjid Panggung Cordofa terbuka untuk siapapun.

“Masjid Panggung Cordofa yang dibangun oleh Dompet Dhuafa memiliki fungsi sebagai tempat ibadah. Sehingga insan Dompet Dhuafa maupun masyarakat sekitar dapat merasakan kenyamanan sebagai tempat ibadah. Masjid Panggung Cordofa sebagai Center of Excellence bukan hanya pembinaan dan peningkatan spritual. Namun juga dapat menambah wawasan khazanah keislaman. Sehingga kita siapkan kajian-kajian keisalaman baik fiqh, tauhid maupun sufi,” terang Ahmad Sonhaji, selaku Direktur Budaya, Dakwah dan Layanan Masyarakat (DLM) Dompet Dhuafa.

Berdiri di atas lahan seluas 368 m2, ruang utama berukuran 8x16 m dan balkon ukuran 2x4, Masjid Panggung Cordofa mampu menampung hingga 200 jamaah. Selain menjadi masjid, bagian bawah masjid berfungsi sebagai tempat parkir. Masjid tersebut juga mengadopsi arsitektur ramah lingkungan, menggunakan tiga jenis kayu, yaitu kayu meranti, kayu puspa dan kayu durian, serta dengan memasang 38 jendela. Hal tersebut difungsikan untuk menghemat daya listrik, dengan memanfaatkan sirkulasi udara dan cahaya alami dari luar. Selain itu, Masjid Panggung Cordofa juga didesain menjadi bangunan yang ramah terhadap gempa.

“Kita coba untuk memanfaatkan energi alami dengan memasang banyak jendela di sekeliling masjid. Pendingin ruangan tetap disediakan, namun dinyalakan ketikan dibutuhkan saja. Selain itu, bangunan tersebut sudah berdesain tahan gempa,” terang Iqbal, selaku Koordinator pembangunan masjid. (Dompet Dhuafa/Zul)