hit counter code


Respon Banjir dan Longsor Di Agam, Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Hingga Buka Pos Hangat

Kebencanaan, | Thu 11/2019 14:52:43
Dompet Dhuafa Post Image
Share

AGAM -- Hujan deras yang melanda Muko-Muko, Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, sejak Rabu (20/11/2019) sore hingga malam, mengakibatkan banjir. Peristiwa banjir dan longsor terjadi di daerah Galapuang, Tanjung Sani, Tanjung Raya.

Adapun banjir dan longsor menyebabkan beberapa rumah warga dan fasilitas umum rusak. Lahan pertanian dan pipa air bersih juga terkena dampak. Dengan besarnya dampak kerusakan yang terjadi, Dompet Dhuafa langsung menerjunkan tim. Kali ini tim yang terdiri dari relawan-relawan Dompet Dhuafa Singgalang, Dompet Dhuafa Volunteer (DDV) Sumatera Barat, dan Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa, bergerak melakukan respon.

Yondra, salah satu relawan DMC Dompet Dhuafa di Komunitas Ayo Tolong menyebutkan bahwa tim di lapangan telah lakukan berbagai respon sejak Kamis (21/11/2019) hingga saat ini. Di antaranya membuka Pos Hangat, yakni pos yang didirikan sebagai tempat penyediaan minuman hangat dan makanan ringan, Pos Segar dan Pojok Charger, serta melakukan aksi bersih-bersih.

“Kami melakukan giat membersihkan bekas material banjir di rumah-rumah warga dan pemutakhiran data mengenai kemungkinan terjadinya bencana susulan. Rencananya, hingga beberapa hari kedepan, layanan-layanan tersebut masih diadakan untuk para penyintas dan relawan-relawan yang membantu proses respon banjir,” ujar Yondra, melalui pesan singkat.

Kepala Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar, Erly Sukrismanto mengatakan, banjir bandang dan longsor di Galapuang, Tanjung Sani, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, diduga karena pembalakan liar di Cagar Alam Maninjau yang berada di lokasi tersebut. Sebelumnya, daerah tersebut sudah pernah terjadi banjir bandang dan longsor pada Juli 2019.

"Longsor dan banjir badang memang diduga akibat pembabatan kayu di cagar alam tersebut. Pertengahan tahun juga terjadi longsor dan banjir bandang di daerah itu," imbuhnya.

Sementara itu, Camat Tanjung Raya, Handria Asmi mengatakan, belum bisa memastikan bahwa banjir dan longsor berasal dari daerah cagar alam tersebut. "Belum kita cek, tapi memang ada cagar alam dan kejadian longsor sudah tiga kali di daerah tersebut. Peristiwa kali ini yang terparah," ungkapnya.

Rizki Ikhwan selaku coordinator DDC Sumbar juga mengungkapkan,“Warga memang butuh support bantuan. Dari berbagai pihak Alhamdulillah juga sudah memberikan banyak bantuan. Walaupun akses jalan juga mengalami dampak. Jadi gak sulit bergerak,” (22/11/2019).