Sunah Menyembelih Kurban, Benarkah Tak Boleh Potong Kuku dan Rambut?

Tanggal 10 Zulhijah makin dekat. Hari Raya Iduladha di depan mata. Sebagian umat muslim yang mampu secara materi pun berlomba-lomba memilih hewan kurban terbaik. Apabila semua sudah dipersiapkan dengan baik, jangan sampai lupa untuk menjalankan sunah berkurban. Di antara sunah sebelum hari penyembelihan hewan kurban adalah tidak memotong kuku dan rambut. Selain itu, masih ada banyak sunah menyembelih kurban yang apabila dikerjakan akan menambah pahala dan menjadikan ibadah kurban lebih afdal.

Apa saja sunah menyembelih kurban? Simak rincian dan penjelasannya berikut ini.

Kurban di Dompet Dhuafa Membentang Kebaikan untuk Umat
Sunah Menyembelih Kurban | Kambing dan domba di kandang DD Farm, tempat pemberdayaan petani lokal oleh Dompet Dhuafa.
Ilustrasi hewan kurban.

Baca juga: Ini Waktu Menyembelih Hewan Kurban yang Benar, Jangan Sampai Kurbanmu Tidak Sah

Sunah Menyembelih Kurban

Mengutip Buku Seputar Kurban, berikut rincian sunah menyembelih kurban yang diambil dari hadis Rasulullah yang juga dilengkapi dengan keterangan para ulama:

1. Pekurban atau penyembelih dalam keadaan suci. Suci di sini srtinya kesucian secara fisik yang mencakup kebersihan tubuh. Pekurban atau
     penyembelih harus bebas dari mutanajis, najis, dan hadas. Termasuk tidak dalam keadaan junub.

2. Tempat pemotongan hewan kurban bersih dari kotoran.

3. Bersikap lembut terhadap hewan kurban. Artinya penyembelih atau pekurban tidak boleh bertindak kasar terhadap hewan kurban. Misalnya, tidak
     menariknya dengan kasar, apalagi sambil dipukul.

4. Memberi minum hewan kurban sebelum disembelih. Hal ini dilakukan dengan tujuan menerapkan al-ihsan (berbuat baik/beretika)
     yang diajarkan oleh Nabi Saw terkait sembelihan.

5. Menghadapkan hewan kurban yang akan disembelih ke arah kiblat.

     Saat hendak menyembelih hewan kurban hendaknya penyembelih atau pekurban membaca selawat:

     Allahumma shalli ‘ala sayyidina Muhammadin wa ‘ala alihi wa sahbihi wa sallam. Bismillah wallahu akbar. Allahumma minka wa ilaika …

     Seusai menyembelih, baca doa ini:

     Allahumma taqabbal minni

     Artinya: “Ya Allah, terimalah kurbanku ini.”

     Apabila tindakan penyembelihan diwakili oleh orang lain, maka penyembelih membaca doa tersebut diikuti dengan nama pekurban, seperti:

     Allahumma taqabbal min fulan …

     Artinya: “Ya Allah, terimalah kurban ini dari si fulan”

6. Tidak memotong kuku maupun rambut. Sunah ini dilakukan setelah memasuki 1 Zulhijah hingga hewan yang dikurbankan telah disembelih.
     Hal ini sesuai dengan sabda Nabi Saw yang diriwayatkan oleh Ummu Salamah radhiyallahu’anhu:

    “Jika masuk bulan Zulhijah dan salah seorang dari kalian ingin berkurban, maka hendaklah ia tidak memotong sedikit pun dari rambut dan kukunya.”
     (HR Muslim)

     Adapun hikmah tidak memotong kuku dan rambut menurut sejumlah ulama ada dua, antara lain:

  • Agar seluruh anggota tubuh orang yang berkurban tetap lengkap, sehingga bisa dibebaskan dari api neraka.
  • Membiarkan rambut dan kuku tetap ada dan dipotong bersama sembelihan kurban, sehingga menjadi bagian kurban di sisi Allah Swt.

7. Menyembelih sendiri hewan kurbannya bagi yang mampu

8. Mempertajam pisau yang digunakan untuk menyembelih hewan kurban

9. Mempercepat penyembelihan. Maksud dari sunah ini adalah agar hewan kurban tidak terlalu lama merasakan sakit.

10. Membaca takbir saat prosesi penyembelihan

11. Penyembelihan dilakukan di hadapan banyak orang, agar banyak juga yang mendoakan serta menyaksikan syiar kurban.

12. Bagi pekurban, ambillah daging hewan yang dikurbankan meski sedikit, selama kurban tersebut bukan karena nazar atau ta’yin.

Baca juga: Kurban Online, Bagaimana Hukum dan Tata Caranya?

Sunah Menyembelih Kurban | Para marbot masjid di NTT menyembelih hewan kurban di Hari Iduladha.
Para marbot masjid berkesempatan menjalani proses menyembelih hewan kurban pada Iduladha 1444 H di Desa Nunggi, Wera, Bima.

Menyembelih Kurban Sesuai Teladan Rasul

Rujukan terkait kesunahan dalam menyembelih hewan kurban dapat diambil dari hadis Nabi Muhammad Saw yang diriwayatkan oleh Syaddad bin Aus radhiyallahu’anhu.

“Sesungguhnya Allah telah mewajibkan bersikap ihsan (berbuat baik/beretika) kepada segala hal. Maka apabila kalian membunuh (yang halal dibunuh) bunuhlah dengan cara yang baik dan apabila kalian menyembelih lakukanlah dengan cara yang baik, tajamkan pisau, tenangkan hewan sembelihan.” (HR Ahmad, Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa’i, Ibnu Majah)

Melalui hadis di atas, Rasulullah mengingatkan umatnya bahwa dalam menyembelih hewan untuk konsumsi, manusia harus bertindak secara baik dan memperhatikan kesejahteraan hewan kurban. Penting bagi seorang muslim memperlakukan hewan dengan penuh rasa hormat dan kebaikan. Rasulullah juga mengingatkan agar alat-alat yang digunakan untuk prosesi penyembelihan tajam. Sehingga, proses penyembelihan berjalan dengan cepat dan mempercepat rasa sakit yang dirasakan oleh hewan kurban.

Secara lebih luas, hadis tersebut juga mengajarkan umat muslim agar setiap aktivitas yang kita jalankan harus dilakukan dengan penuh kesadaran dan rasa tanggung jawab kepada Allah Swt.

Baca juga: THK Gerakkan Peternakan Rakyat dengan 3 Pasti

Capaian 30 Tahun Tebar Hewan Kurban Dompet Dhuafa

Kurban Bersama Dompet Dhuafa

Pada Program Tebar Hewan Kurban (THK) 1445 H/2024 M, Dompet Dhuafa memberikan layanan 3 Pasti, yakni Pasti Jantan, Pasti Lolos Quality Control (QC), dan Pasti Distribusi Hingga Pelosok Negeri. Hal ini menjadi komitmen Dompet Dhuafa dalam meratakan konsumsi daging kurban di wilayah-wilayah yang masih kekurangan hewan kurban setiap tahunnya.

Lebih jauh, Dompet Dhuafa juga melakukan beragam upaya untuk mendistribusikan daging kurban ke Palestina. Seperti kita tahu, saudara-saudara kita di Palestina sedang mengalami penjajahan oleh Israel. Mereka mengalami kelaparan hingga level ekstrem. Untuk itu, Dompet Dhuafa akan mengirimkan daging kurban ke Palestina dalam bentuk kemasan, yang hewan kurbannya dipotong di Brazil.