Hewan kurang lebih sama seperti manusia, bisa merasakan takut, sakit, dan stres. Apalagi saat ia tahu bahwa akan disembelih. Untuk itu, perlu penanganan khusus ketika akan menyembelih hewan kurban. Apalagi jika hewan kurban yang kamu pilih adalah sapi. Bentuk dan ukurannya yang besar membawa lebih banyak berkah, namun diiringi dengan penanganan yang lebih rumit dan perlu kehati-hatian. Jangankan menyembelihnya, cara merobohkannya pun harus dilakukan secara khusus. Lantas, seperti apa cara merobohkan sapi kurban yang benar dan sesuai dengan syariat Islam?
Cara Merobohkan Sapi Kurban yang Benar
Pada proses penyembelihan hewan kurban besar seperti sapi, diperlukan cara khusus untuk melakukannya. Untuk merobohkan sapi pun tidak bisa jika hanya dilakukan oleh satu orang saja, diperlukan kerja sama dari banyak orang.
Untuk itu, terdapat cara merobohkan sapi kurban yang benar dan sesuai dengan syariat Islam. Cara atau metode ini dibutuhkan agar tubuh sapi menyentuh tanah dengan selamat dan aman. Sehingga, proses penyembelihan berjalan aman, tenang, sesuai adab, sekaligus menghindari stres juga cidera pada hewan kurban.
Berikut 6 cara merobohkan sapi kurban yang benar dan sesuai dengan syariat:
1. Metode Tradisional
- Ikatkan tali pada bagian kaki atau kepala sapi
- Robohkan sapi dengan tali tersebut ke sisi kiri dengan kepala menghadap kiblat
- Tahan kaki dan kepala sapi agar ia tidak meronta saat disembelih.
Metode tradisional ini banyak dipraktikkan oleh masyarakat Indonesia, khususnya di masjid atau lokasi kurban komunitas. Kelebihan dari metode ini adalah tidak diperlukan alat berat, sementara kekurangannya adalah membutuhan banyak tenaga dari banyak orang dan berisiko jika orang-orang tersebut tak berpengalaman.
2. Metode Slip
- Ikat kaki depan dan belakang sisi kiri sapi.
- Arahkan sapi agar roboh perlahan ke sisi kiri.
- Lakukan dengan teknik khusus agar tak menyakiti sapi.
Kelebihan dari metode ini adalah sapi jadi lebih terkendali dan kita tidak melukai mereka. Sementara kekurangannya adalah orang-orang yang melakukannya butuh melalui pelatihan khusus dan koordinasi tim yang baik.
3. Metode Rollover Box
- Masukkan sapi ke dalam alat berbentuk kotak yang bisa dimiringkan secara otomatis
- Bila posisi sudah benar dan pas, miringkan kotak agar sapi dalam posisi rebah
- Sembelih sapi yang telah roboh/rebah
Metode rollover box banyak digunakan oleh rumah potong hewan (RPH) modern. Kelebihan metode ini adalah aman, higienis, dan efisien. Sementara kekurangannya adalah membutuhkan alat khusus, yang mana tidak selalu tersedia di tempat penyembelihan biasa.
Baca juga: Mampu Tapi Tidak Berkurban? Ini Hukum dan Konsekuensinya dalam Islam
4. Metode Burley
Cara merobohkan sapi kurban yang benar dengan metode burley ini bisa dilakukan pada sapi-sapi yang telah terbiasa hidup di antara manusia.
- Gunakan tali tambang untuk menjerat sapi, jangan gunakan tali plastik, karena itu licin dan bisa melukai hewan.
- Silangkan tali di bawah dada dan punggung sapi.
- Robohkan sapi perlahan ke sisi kiri dengan kepala di sebelah selatan menghadap kiblat.
- Bila sapi kurban sudah pada posisi berbaring namun tidak menghadap kiblat, jangan pernah menyeret atau membaliknya.
- Sembelih sapi saat sudah dalam posisi berbaring sesuai syariat.
Perlu diingat bahwa metode burley berisiko menyebabkan cidera pada hewan kurban bila tali ditarik terlalu keras atau arah tarikannya tidak tepat. Selain itu, metode ini juga kurang efektif untuk sapi berukuran besar juga agresif.
5. Metode Rope Squeeze
- Metode ini dilakukan dengan cara menyimpulkan tali dari arah depan hingga belakang pada tubuh sapi.
- Bila sudah, tarik tali ke arah belakang secara gotong royong.
- Saat sapi sudah berhasil roboh, jangan lepas tali yang tersimpul, tetap tarik dari belakang.
Metode rope squeeze bisa digunakan, tetapi harus dilakukan dengan keterampilan tinggi, alat bantu yang tepat, dan pastikan tekanan pada simpul tali tidak berlebihan. Apabila metode ini dilakukan dengan sembarangan, bisa menyiksa hewan, membahayakan petugas, dan menyulitkan proses penyembelihan.
6. Metode Dosen Peternakan UGM
Seorang dosen peternakan asal Universitas Gadjah Mada (UGM) menemukan cara bagaimana merobohkan sapi kurban yang benar dengan mudah dan aman tanpa membutuhkan banyak orang. Ini langkah-langkahnya:
- Siapkan seutas tali tambang.
- Ikat tali pada leher sapi.
- Tarik tali melalui kaki, lilit sebanyak dua kali di bagian depan juga belakang, tarik melalui belakang sapi.
Pada metode ini, sapi dirobohkan secara perlahan dengan tujuan agar sapi tidak kekurangan oksigen akibat tali yang menjerat tubuhnya. Setelahnya agar dapat disembelih dengan aman, kaki harus segera diikat untuk keselamatan penyembelih.
Demikian cara merobohkan sapi kurban yang benar, semoga Sahabat semua mendapat berkah dan perlidungan dari Allah Swt saat hendak menunaikan kurban di Hari Raya Iduladha. Sehingga, pelaksanaan penyembelihan hewan kurban dapat berjalan dengan lancar.
Baca juga: Distribusi Daging Kurban dalam Kemasan Kaleng, Bolehkah? Ini Pendapat Ulama

Cara Menyembelih Hewan Kurban Sesuai Syariat
Beberapa cara merobohkan sapi kurban yang benar seperti di atas bisa dikatakan sudah sesuai dengan syariat Islam apabila telah memenuhi prinsip-prinsip adab penyembelihan yang diajarkan oleh Islam. Berikut kriteria syar’i-nya:
1. Hewan Tidak Disiksa atau Diperlakukan Kasar
Rasulullah Saw bersabda, “Sesungguhnya Allah mewajibkan berbuat baik dalam segala hal. Jika kalian membunuh (hewan), maka bunuhlah dengan cara yang baik. Jika kalian menyembelih, maka sembelihlah dengan cara yang baik. Tajamkanlah pisau kalian dan tenangkanlah hewan sembelihan kalian.”
(HR Muslim, No 1955)
Hadis di atas menjelaskan bahwa metode apa pun yang tidak menyakiti, menyiksa, atau menimbulkan stres pada hewan saat akan disembelih, maka itu sudah sesuai syariat.
2. Menghadap ke Kiblat
Sunah menyembelih hewan kurban adalah membaringkannya di sisi kiri dan menghadap ke kiblat, sebagaimana dilakukan oleh Nabi Muhammad Saw dan para Sahabat. Metode merobohkan apa pun—baik manual, pakai alat, atau kotak pembaring—asal bisa membuat sapi rebah ke kiri dan diarahkan ke kiblat, maka itu sudah dianggap sah dan sesuai syariat.
Ibnu Qudamah dalam kitab Al-Mughni menjelaskan, “Disunahkan menghadapkan hewan ke kiblat, sebagaimana juga orang yang menyembelih menghadap kiblat, karena Nabi Saw melakukan hal tersebut dan kaum muslimin mengikuti beliau”.
3. Menyembelih dengan Pisau Tajam
Proses penyembelihan hewan tidak boleh dengan cara-cara yang bisa memperlambat kematiannya. Merobohkan hewan untuk disembelih harus diikuti dengan penyembelihan yang cepat. Bagaimana caranya? Menyiapkan alat potong yang tajam untuk segera memutus saluran napas, makanan, dan dua pembuluh darah utama. Jadi, metode merobohkan hewan kurban harus diiringi dengan proses sembelih yang cepat, efektif, dan minim rasa sakit.
4. Tidak Menggantung atau Menyembelih saat Hewan Belum Tenang
Hewan tidak boleh disembelih dalam keadaan masih meronta hebat akibat proses merobohkannya yang kasar. Maka itu, perlu metode yang bisa membuat hewan roboh dengan tenang tanpa stres (rekomendasi dengan metode boks pembaring atau metode slip).
Cara merobohkan sapi kurban yang benar boleh bervariasi, namun tidak boleh melanggar prinsip-prinsip kasih sayang, kebersihan, ketepatan arah kiblat, dan efektivitas penyembelihan. Itulah yang menjadikan cara-cara tersebut sesuai syariat dan sah menurut Islam. (RQA)

